BANDA ACEH - Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh bersama pengurus DPD Partai Demokrat bertemu senator United Malays National Organisation (UMNO) Putra Jaya Malaysia Dato' Khairuddin…
BANDA ACEH – Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh bersama pengurus DPD Partai Demokrat bertemu senator United Malays National Organisation (UMNO) Putra Jaya Malaysia Dato' Khairuddin Samad di 3 in 1 Coffee, Lampineung, Banda Aceh, Jumat, 18 Desember 2015, malam.
Pertemuan tersebut selain membahas perkembangan politik Aceh dan Malaysia, Dato' Khairuddin Samad juga menceritakan soal hubungan Melayu Malaysia dan Indonesia, terutama hubungan emosional Aceh dengan negeri jiran tersebut.
“Dulu memang pendatang ilegal itu disebut pendatang haram, tapi sekarang tidak lagi, Mahatir Muhammad merubah sebutan itu menjadi pendatang tanpa izin yang sekarang dikenal dengan sebutan Peti,” kata Dato' Khairuddin.
Dato' menceritan itu setelah beberapa tahun lalu pendatang tidak resmi asal Indonesia kerap bertanya mengapa mereka disebut pendatang haram, padahal kehadiran mereka sebagai muslim. Dalam sebuah pertanyaan kepada Mahatir, langsung dijawab “bukan pendatang haram, tapi pendatang tanpa izin”.
Ditanyakan juga oleh pihak Demokrat Aceh soal kekerasan yang kerab terjadi pada tenaga kerja Indonesia. Dato' mengatakan kekerasan terjadi dilakukan hanya oleh etnik tertentu, dan kini aturannya mulai diperketat untuk mendatangkan tenaga kerja Indonesia (TKI), seperti jaminan hingga 17.000 Ringgit.
“Aturan itu supaya tenaga kerja Indonesia dan lain-lain bisa terjamin,” ujar Dato'.
Dato' Khairuddin Samad dan rombongan tiba di 3 In 1 Coffee bersama keluarga. Mereka turut disambut Sekjen DPD PD Aceh Miryadi Amir, Ketua Fraksi PD Ibrahim, Sekretaris Fraksi PD Alaidin Abu Abas, anggota fraksi Iskandar Dawod, Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah, dan Kepala Sekretariat DPD-PD Aswadi Abdullah.
Hari ini dijadwalkan Dato' Khairuddin Samad akan bertemu lanjutan di gedung DPRK Banda Aceh, sekitar pukul 15.00 WIB.[]