DALAM sejarah, awal mulanya dikenal hijrah yang berawal dari hijrahnya baginda Nabi Muhammad SAW ke Madinah dari Mekkah sehingga adanya tahun Hijriah. Namun hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah itu apakah hanya sebatas beliau saja yang mengerjakannya dan tidak ada lagi hijrah pascaperistiwa tersebut dalam sejarah Islam?
Tentu saja ini sebuah pertanyaan yang memerlukan kajian khusus. Menjawab pertanyaan itu, telah disebutkan bahwa pada suatu ketika saat itu terjadilah sebuah obrolan ringan di kalangan para sahabat, kemudian berubah menjadi diskusi kecil di antara mereka.
Seorang di antaranya adalah Abu Hindun al-Bajalli ra yang menceritakan seperti ini: ketika kami sedang duduk bersama Muawiyah bin Abi Sofyan ra., sungguh beliau telah memicingkan kedua matanya karena mengantuk. Terjadilah pembicaraan di antara kami mengenai hijrah; di antara kami ada yang berpendapat bahwa hijrah itu sudah berakhir. Lalu Muawiyah ra pun terbangun seraya berkata: Apa yang sedang kalian bicarakan? Kami pun (para sahabat) memberitahukan kepadanya. Maka beliau (Muawiyah) mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: Hijrah belum berakhir sehingga berakhirnya taubat, dan taubat tidak akan berakhir sehingga matahari terbit dari sebelah barat (H.R. Ahmad dalam Musnad, no. 17030 dan H.R. Abu Dâwud 2/337 no. 2479 Bab fil Hijrah Hal Inqathaat)