GRUP musik Aceh, Bink-vho terus berkarya. Walaupun tidak ada dukungan dari pemerintah, tapi mereka tetap bisa konser ke luar negeri untuk mewakili Acèh Indonesia.
Tahun lalu, Bink-vho konser di Australia, dan tahun ini akan kembali lagi tampil di Benua Kanguru itu untuk menjadi guestar band di acara Indonesia Kreasi 2017. Konser itu diramu dengan tari seudati dan alat musik traditional Aceh.
Bink-vho akan full show selama 3 bulan di Australia.
Berhubung vocalisnya Teuku Emi Syamsyumi adalah president Acèh Society of Western Australia (ASWA) membuat program Thanks to Australia, maka mereka akan mengajar gratis di Australia.
Setelah 3 bulan mengajar, akan dibuat festival, dan juara satu akan dibawa ke Aceh untuk ditampilkan.
Kebetulan semua personil Bink-vho bisa mengajar seni tradisi Aceh langsung memanfaatkan itu. Bink-vho juga mengharapkan bantuan pemerintah sekaligus untuk promo wisata Acèh di Australia, kata Teuku Emi Syamsyumi, yang diwawancarai dari Australia, melalui messenger facebook.
Bink-vho Band akan tampil di acara Indonesia Kreasi 2017, di ibukota Western Australia pada tanggal 14 October 2017, tepatnya di Perth City, Forres Place Murray Street Perth City.
Setelah acara tersebut personil Bink-vho akan mengajar tari Saman Aceh Ratoh duek di sepuluh Sekolah Menegah Atas di sana, dengan tema Thanks to Australia, tepatnya di Kota Gosnells dan Armadale City.
Acèh society of Western Australia bekerjasama dengan Gosnells City Council dan Bink-vho akan mengelilingi Australia untuk beberapa acara promo visit wisata Aceh.
Bagi anggota Bink-vho Band sendiri, acara tersebut dilakukan di sela-sela persiapan album keduanya dengan Luncai Emas Malaysia, yang jatuh tempo November ini.
Karenanya, personil Bink-vho harus betul kerja maksimal, dari segi kesehatan pun harus ekstra power untuk membagi waktu, kata Teuku Emi Syamsyumi.

Teuku Emi Syamsyumi, vocalis grup musik Aceh, Bink-vho.
Riwayat Terbentuknya Grup Musik Aceh Bink-vho
Bink-vho band didirikan pada pada tahun 1980-han, dibentuk oleh beberapa orang, yaitu vocalnya Taufik Zulfiadi (Didi), Azwar (Bugel), Gitarisnya Yudhi, Bassnya oleh Rizal (Wok), keyboard oleh Fadhil (almarhum), drum oleh Rijal (almarhum).
Pada 1980-an Bink-vho banyak merebut juara baik di Aceh dan sekitarnya.
Bink-vho sendiri diambil dari nama kepiting dan dalam hikayat Banta Amad.
Dalam hikayat itu dikisahkan, bahwasanya Bink-vho (penulisan umum Aceh yang disepakati: bieng pho), demi membuat kebaikan harus rela cacat seumur masa dihatam oleh gagang pancing Banta Amad.
Pada suatu ketika, Banta Amad lagi memancing di tepi muara. Amad mempunyai ibu yang sangat cantik. Namun, ada seorang penjahat yang sangat kuat pada masa itu, Yugi Tapa namanya. Yugi Tapa ingin memiliki ibunda Banta Amad karna ibunda Banta Amad sudah lama menjadi janda.