PERSATUAN dan ukhuwah islamiyah merupakan salah satu sumber utama yang bisa melahirkan kekuatan umat Islam, sehingga akan membuat takut dan segan orang-orang yang ingin mengganggu umat ini.
Karenanya, setiap muslim diperintahkan untuk menjauhi dan menghindari semua potensi yang dapat merusak ukhuwah sesama dalam kehidupannya seperti pertikaian maupun perselisihan, karena itulah yang akan umat Islam langsung lemah seketika.
Demikian disampaikan Tgk H Fakhruddin Lahmuddin S.Ag M.Pd (Pimpinan Pesantren Tgk Chik Oemardiyan Indrapuri, Aceh Besar) saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Rabu (6/9/2017) malam.
“Dalam Alquran sudah sangat ditegaskan, jauhi potensi-potensi yang dapat merusak ukhuwah islamiyah seperti pertikaian dan perselisihan, jangan saling bermusuhan, jangan saling curiga dan jangan berprasangka ketika ada satu masalah, tapi mari saling ?menghargai dan menyayangi sesama saudara,” ujar Ustaz Fakhruddin.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Aceh juga menyampaikan beberapa ayat Alquran tentang penting dan wajibnya menjaga ukhuwah sesama mukmin. Dalam Surat Al-Hujurat ayat 10 disebutkan, Sesungguhnya, orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Ayat ini adalah solusi jika terjadi persengketaan. Namun, Islam juga memberikan langkah-langkah untuk mencegah timbulnya persengketaan. Misalnya, dalam dua ayat berikutnya, Allah SWT melarang beberapa sikap yang dapat memicu pertikaian, seperti saling mengolok-olok, menghina dan mencela orang lain, panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk (Surat Al-Hujurat: 11), serta jangan banyak berprasangka, mencari-cari kesalahan orang lain, dan menggunjing saudaranya (Surat Al-Hujurat: 12).
Rasulullah dalam sebuah hadits juga menyampaikan, Seorang Mukmin dengan Mukmin yang lain bagaikan sebuah bangunan, satu dengan yang lainnya saling menguatkan. Dalam hadits lainnya juga dijelaskan, Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Tidak boleh menzalimi dan membiarkannya (dizalimi)
Menurut Ustaz Fakhruddin, Islam menetapkan, kesatuan umat dan ukhuwah yang terjaga merupakan salah satu perkara utama yang harus dijaga kuat-kuat, dan jangan ada sedikitpun celah untuk masuknya perusak ukhuwah. Kuncinya adalah saling menghargai dan bersikap lemah lembut sesama muslim.
“Begitu juga halnya dalam beribadah, mari kita sama-sama mengerjakan apa-apa yang telah kita sepakati bersama, dan saling menghargai terhadap yang tidak disepakati. Misalnya, kita sepakat dalam melaksanakan shalat berjamaah, mari sama-sama pergi ke masjid. Namun ketika usai shalat berjamaah, ada yang belum disepakati bersama, seperti baca qunut, bershalawat dan berdoa bersama dengan suara nyaring, mari kita saling menghargai dan bertoleransi terhadap ibadah-ibadah sunat di antara kita yang belum semuanya sepakat, jangan saling menyalahkan karena akan timbul perselisihan yang merusak ukhuwah,” jelasnya seraya menambahkan ini juga bagian dari etika muslim terhadap muslim lainnya.