TERKINI
HEALTH

Idul Adha (III): Sungguh Berkah Silaturrahmi

BULAN Zulhijjah ini selain ibadah yang wajib yang harus kita berlomba untuk berbuat dengan kualitas yang lebih baik namun masih banyak lagi ibadah mendapat penilaian…

HELMI SUARDI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 426×

BULAN Zulhijjah ini selain ibadah yang wajib yang harus kita berlomba untuk berbuat dengan kualitas yang lebih baik namun masih banyak lagi ibadah mendapat penilaian yang baik dari Allah SWT walaupun berstatus sunat. Salah satunya dalam Islam menyuruh umatnya memperbanyak silaturrahmi dengan siapapun dan dimanapun.

Hal ini disebabkan dalam kehidupan keseharian, setiap individu selalu membutuhkan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri atau dengan kata lain makhluk yang bernama manusia ini sebagai makhluk sosial. Kita telah mengetahui bersama bahwa silaturahmi merupakan ibadah yang sangat mulia, mudah dan membawa berkah.

Kita sebagai  umat nabi Muhamad Saw hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya realisasi silaturrahmi tersebu. Ini dikarenakan ibadah itu merupakan pekerjaan yang paling indah berhubungan dengan manusia, sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini. Silaturahim termasuk akhlak yang mulia.

Allah SWT telah memperingatan sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an untuk tidak memutuskan tali silaturrahmi. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya:

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad :22-23).

Dalam hadist nabi juga dianjurkan untuk memperkokoh dan terus melestarikan silaturrahmi itu. “Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya , diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.” (yang HR Imam Bazar, Imam Hakim).

Dewasa ini dengan demikian banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahmi. Bukankah silaturahmi merupakan satu kebutuhan yang dituntut fitrah manusia? Karena dapat menyempurnakan rasa cinta,memiliki, interaksi sosial antar umat manusia. Silaturahmi juga merupakan dalil dan tanda kedermawanan serta ketinggian akhlak seseorang.

Seseorang yang memutus tali silaturrahmi adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam agama Islam, Allah berfirman: “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Q.S An-Nisaa' : 1).

Beranjak dari itu perbanyalah silaturrahmi dalamkehidupan sehar-hari kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim.[]

HELMI SUARDI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar