TANGERANG – Genosida yang dialami suku Rohingya di Rakhine, Myanmar, disebutkan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Sayangnya, Aung San Susu Kyi, tokoh nasional Myanmar peraih nobel perdamaian tidak mengambil peran konkret untuk menyudahi aksi genosida ini.
“Genosida yang dialami suku Rohingya di Rakhine, Myanmar, sangat mengoyak batas kesabaran kita sebagai sesama manusia. Pembunuhan massal secara brutal dan keji, yang dialami penduduk sipil Rohingya di Rakhine, menegaskan bahwa di abad modern ini pun perilaku primitif dan vandalisme masih berlangsung di muka bumi ini,” ujar Ketua Umum DPP Generasi Muda (GEMA) Mathla'ul Anwar, Ahmad Nawawi, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Sabtu, 2 September 2017.
Dia mengatakan, Aung San Susu Kyi yang menjadi ikon gerakan pro demokrasi melawan junta militer Myanmar, juga tidak mengambil peran untuk menyudahi aksi genosida ini. Diamnya Suu Kyi tentu tak ayal membuat kita semua, termasuk sejumlah tokoh dunia, juga para peraih nobel seperti Desmon Tutu, Malala Yousafzai dan lain-lain sangat kecewa, kata Ahmad Nawawi.