BANDA ACEH – Andri Aswardi, mahasiswa jurusan Kedokteran Umum Universitas Syiah Kuala angkatan 2012 ini meluncurkan produk cemilannya yang berbahan baku pisang bernama KAGURA sejak 4 Desember 2015 lalu bersama kerabat dekatnya.
Mereka adalah mahasiswa Unsyiah kombinasi dari berbagai jurusan, yaitu Aidil Fikri sebagai marketing pemasaran yang juga dari Kedokteran Umum, Muhammad Akbar Ginting jurusan Ekonomi, Fajri Muhammad jurusan Teknik Industri dan Azwar dari jurusan Arsitektur Unsyiah.
Selain itu juga ada teman lainnya yang membantu bagian penjualan. Mereka adalah Karla Amelia Ritonga jurusan FKIP Biologi serta Oriza Sativa dan Wardatul Bararah yang juga dari Kedokteran Umum Unsyiah.
Bisnis ini individu tetapi Andri juga dibantu oleh kawan-kawan terdekat Andri sendiri. KAGURA baru launching awal bulan lalu pada 4 Desember 2015, kata Andri Aswardi yang meluncurkan KAGURA bertepatan hari ulang tahunnya itu saat dihubungi portalsatu.com, Selasa, 15 Desember 2015.
Bisnis yang dilakoni anak-anak muda kreatif ini dijual dengan sistem pemasaran menggunakan reseller yaitu dijual oleh kawan-kawan yang memiliki mobil dan mobilnya berdiri di kawasan Blang Padang dan Ulee Lheue, Banda Aceh. Sementara produksinya di Lamdingin, Banda Aceh.
Kalau sistem penjualannya ada juga online dan Sabtu Minggu jualnya pakai mobil diletakkan di bagian belakangnya. Walaupun Andri sendiri nggak punya mobil, kata mahasiswa asal Sigli ini sumringah.
Keripik berbahan dasar pisang ini inpor langsung dari Laweung Kabupaten Pidie dan diolah menjadi beberapa varian rasa berupa susu, original, spicy (pedas) dan extra spicy yang dijual dengan harga Rp 20 ribu rupiah per satuannya.
Andri berkisah, awalnya mereka berbisnis kue Bhoi Aceh karena ingin membawa nama Aceh, namun bisnis tersebut kandas di tengah jalan akibat produknya cepat berjamur.
Waktu itu, kawan dekat Andri bernama Aidil Fikri saat KKN di Laweung menyarankan untuk membuat keripik pisang karena pisang sudah ada akses melaluinya, kata Andri.