TERKINI
GAYA

Cara Benar Melafalkan Singkatan dan Akronim Asing

Atas dasar pertimbangan tersebut, singkatan IMF, IBM, dan FBI--meskipun berasal dari bahasa asing--tetap dilafalkan sesuai dengan kaidah nama huruf di dalam bahasa Indonesia.

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.6K×

Dewasa ini ada pemakai bahasa Indonesia yang melafalkan singkatan IMF dengan [i-em-ef) dan ada pula yang melafalkannya dengan [ai-em­-ef]. Manakah sebe­narnya di antara kedua cara pelafalan itu yang benar?

IMF, seperti halnya IBM dan FBI, merupakan singkatan yang berasal dari bahasa asing. Dalam hal itu, jika digunakan dalam konteks bahasa Indonesia, singkatan kata asing itu dibaca huruf demi huruf dan di­lafalkan sesuai dengan nama huruf-huruf itu dalam bahasa Indonesia. Da­sar pertimbangannya adalah nama huruf i dalam bahasa Indonesia ialah (i), bukan (ai) dan singkatan itu digunakan dalam komunikasi bahasa Indonesia.

Atas dasar pertimbangan tersebut, singkatan IMF, IBM, dan FBI–meskipun berasal dari bahasa asing–tetap dilafalkan sesuai dengan kaidah nama huruf di dalam bahasa Indonesia.

Sejalan dengan itu, dalam bahasa Indonesia singkatan IMF, IBM, dan FBI masing-masing dilafalkan dengan [i-em-ef], [i-be-em], dan [ef-be-i].

Pelafalan singkatan kata asing itu berbeda dengan pelafalan akronim dari bahasa asing. Akronim adalah pemendekan yang terbentuk dari gabungan huruf awal dan suku kata.

Bentuk kata akronim asing dilafalkan sesuai dengan lafal kata asing di dalam bahasa asalnya. Dasar pertimbangannya adalah bahwa akronim dilafalkan seperti halnya kata biasa sehingga akronim asing pun dilafalkan se­perti halnya kata asing jika digunakan di dalam konteks kalimat bahasa Indo­nesia.

Bentuk akronim Untea tidak dilafalkan [untea], tetapi dilafalkan [anti]. Begitu pula akronim Unesco dan Unicef. Kedua akronim itu masing-masing di­lafalkan [yunesko] dan [yunisyef].[]

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar