TERKINI
NEWS

Sengketa Sawah, Warga Dua Desa di Aceh Utara Bentrok

LHOKSEUMAWE -- Massa dari Gampông Paloh Awe dan Gampông Bukaih terlibat bentrok di areal persawahan yang menjadi sengketa di perbatasan gampông tersebut di Kecamatan Muara…

HENDRIK MEUKEK Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 773×

LHOKSEUMAWE — Massa dari Gampông Paloh Awe dan Gampông Bukaih terlibat bentrok di areal persawahan yang menjadi sengketa di perbatasan gampông tersebut di Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Sabtu, 26 Agustus 2017.

Dua warga Paloh Awe dikabarkan mengalami luka-luka. Satu di antaranya termakan racun tanaman dan masih terbaring di Puskesmas setempat.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu menjelaskan, bentrok fisik tersebut berawal di saat  Asnawi, salah seorang warga Bungkaih, bersama 40 warga lainnya datang ke areal persawahan yang sudah ditanami padi tersebut. Mereka lantas menyemprot tanaman padi tersebut dengan racun herbisida. Aksi tersebut diketahui warga Paloh Awe dan berusaha menghentikan aksi Asnawi dan rekannya.

“Asnawi dan massanya berusaha membasmi tanaman padi yang sudah ditanam oleh warga Paloh Awe dengan racun tanaman. Massa yang datang dari Paloh Awe datang ke lokasi berusaha menghentikan aksi tersebut, akhirnya terjadi penganiayaan yang menyebabkan ada korban luka dua orang,” jelas AKP Budi Nasuha Waruwu.

Katanya, bentrok massa itu tidak berlangsung lama karena begitu dapat informasi, sejumlah petugas dari Polsek Muara Batu langsung ke lokasi untuk membubarkan massa.

Adapun dua korban penganiayaan, yaitu Anwar A. Wahab, 40 tahun, warga Paloh Awe dan anaknya Faisal Fahmi, 19 tahun, langsung diberi perawatan medis.

“Petugas juga mengamankan enam orang dari kelompok Asnawi cs. untuk diperiksa, delapan alat semprot, racun tanaman, enam senjata tajam, kayu, dan sejumlah bukti lain. Saat ini kita juga masih menunggu laporan resmi dari para korban,” kata Budi.

Sementara itu, Geuchik Gampông Paloh Awe Saifuddin menerangkan, korban dari insiden tersebut bukan dua, melainkan tiga orang, yaitu Anwar A. Wahab bersama anaknya Faisal Fahmi, dan seorang warga lain bernama Sudirman.

“Mereka menyemprot padi warga saya yang baru saja ditanam dengan racun tanaman agar mati, saat itu datang korban Anwar A. Wahab berusaha menghentikan aksi itu, akhirnya dikeroyok oleh mereka di sawah, kejadian penganiayaan itu bisa dilihat dari video yang telah tersebar di media sosial,” jelas Saifuddin.

Ia menambahkan, korban Anwar mengalami beberapa luka di kepala dan badan, sedangkan anaknya Faisal tangannya nyaris patah dan disiram racun pembasmi tanaman hingga keluar darah. Saat ini korban yang masih pelajar itu masih dirawat di Puskesmas Muara Batu.

Asnawi warga Bungkaih saat dihubungi portalsatu.com, Sabtu malam, membantah dirinya terlibat dalam bentrok massa dengan gampông tetangga itu.

“Saya tidak tahu kejadiannya, karena saya tidak ada di lokasi saat kejadian, yang mengetahui itu Nyak Man. Coba hubungi saja dia,” katanya singkat.[] (*sar)

HENDRIK MEUKEK
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar