BANDA ACEH - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Banda Aceh mengungkapkan Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat besar…
BANDA ACEH – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Banda Aceh mengungkapkan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat besar memberikan kontribusi, khususnya lapangan pekerjaan serta pertumbuhan perekonomian.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Banda Aceh, Maryadi Usman, dalam publik expose pencapaian kinerja semester I tahun 2017 lembaga kesehatan tersebut, di Ringroad Coffe, Batoh, Selasa, 22 Agustus 2017.
“Dengan adanya pertumbuhan jumlah peserta JKN-KIS diiringi dengan pertumbuhan fasilitas kesehatan sehingga membutuhkan tenaga kerja yang besar,” kata Maryadi.
Hingga 2017, jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh dikatakan Maryadi mencapai 2.783.446 jiwa, termasuk kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) sebanyak 434.168 jiwa.
“Peningkatan itu juga berdampak pada peningkatan sarana fasilitas kesehatan (Faskes) seperti Pukesmas, Dokter Praktik perorangan, maupun klinik yang bermitra,” ungkapnya.
Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Banda Aceh, juga mengungkapkan Program JKN-KIS juga dapat mendorong mengatasi angka kemiskinan. Dia menjelaskan masyarakat miskin tidak akan terjerumus dalam jurang kemiskinan semakin dalam ketika sakit, namun dapat terbantukan melalui program JKN KIS ini.
Sehubungan dengan itu, peran pemerintah daerah sangat penting mendukung program JKN, khususnya bagi penyediaan infrastruktur pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan.
“Jadi peserta yang kurang mampu pun akan terhindar dari kemiskinan ketika mengalami sakit kronis,” jelasnya.
“Dengan adanya peran pemerintah, peningkatan mutu pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang dikumpulkan BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, jumlah kasus penyakit kronis untuk tahun 2016 mencapai 21.654 kasus. Adapun persentasi kasus paling tinggi, di antaranya penyakit jantung mencapai 52 persen, hepatitis 15 persen, kanker 13 persen, gagal ginjal tujuh persen, dan stroke tiga persen.[] (*sar)