TERKINI
NEWS

Polisi: Pembakaran Gedung Rektorat Unimal Sudah Direncanakan Karena Tersangka…

LHOKSEUMAWE - Setelah membakar Gedung Biro Rektor (Pusat Administrasi) Universitas Malikussaleh di Reuleut, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Safwandi, mantan tenaga kontrak di kampus itu…

HENDRIK MEUKEK Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

LHOKSEUMAWE – Setelah membakar Gedung Biro Rektor (Pusat Administrasi) Universitas Malikussaleh di Reuleut, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Safwandi, mantan tenaga kontrak di kampus itu dilaporkan menyerahkan diri ke polisi, Jumat, 18 Agustus 2017, pagi. Pihak Polres Lhokseumawe kemudian menggelar konferensi pers terkait kasus itu, usai waktu salat Jumat.

“Kasus ini sudah direncanakan karena (Safwandi) kecewa hak-hak yang dituntut ke pihak kampus tidak dipenuhi yaitu SK kontrak kerjanya tidak diperpanjang lagi,” ujar Wakapolres Lhokseumawe Kompol Isharyadi didampingi Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha di mapolres setempat.

Isharyadi menjelaskan, tersangka tidak langsung ke Polres Lhokseumawe setelah membakar Gedung Biro Rektor Unimal. Safwandi yang merupakan warga Hagu Selatan, Lhokseumawe, sempat pergi ke tempat temannya. Saat itu, kata Wakapolres, sejumlah personel kepolisian sedang mencari tersangka ke rumahnya di Hagu Selatan. Namun sebelum ditangkap, mantan teknisi listrik di Unimal tersebut sudah duluan sampai ke Mapolres Lhokseumawe untuk menyerahkan diri (dalam berita sebelumnya ditulis ia menyerahkan diri ke Polsek Muara Batu).

“Identitas pelaku cepat kita ketahui karena ada laporan dari petugas security yang mengetahui pelaku keluar dari kampus sesaat setelah kebakaran. Tim kita kerahkan langsung menuju ke rumahnya, ternyata pelaku sudah menyerahkan diri ke mapolres,” ujar Isharyadi.

Wakapolres menyebutkan, sejauh ini sudah diperiksa sejumlah saksi yaitu satpam, petugas kebersihan Gedung Biro Rektor Unimal, dan penjual BBM eceran. “Pemilik kios tempat pelaku membeli tiga botol BBM eceran jenis pertalite (dalam berita sebelumnya ditulis pertamax) juga sudah kita mintai keterangan,” katanya.

Menurut Wakapolres, dalam waktu dekat akan turun tim forensik dari Puslabfor Polda Sumatera Utara. Selain itu, pihaknya sedang berkoordinasi dengan manajemen Unimal untuk menginvetarisir barang-barang yang terbakar di gedung berlantai dua tersebut.

“Apa-apa saja yang terbakar, kita sedang inventarisir bersama pihak Unimal. Namun untuk sementara, kerugian materi akibat kebakaran itu diperkirakan Rp10 miliar lebih,” pungkas Isharyadi.[]

HENDRIK MEUKEK
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar