BANDUNG – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan keberhasilan uji terbang perdana purwarupa pertama pesawat terbang N219 nomor registrasi PK-XDT di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, menjadi momentum kebangkitan riset dan teknologi Indonesia.
“Dengan keberhasilan uji penerbangan perdana N219 ini kita bisa nyatakan ini hari kebangkitan teknologi kedua setelah (pesawat N250),” kata Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, pada jumpa pers terbang perdana purwarupa N219, di Bandung, Rabu.
Penerbangan perdana N219 itu terjadi sehari sebelum peringatan 72 tahun kemerdekaan Indonesia. N219 diharapkan bisa mengisi pasar operator yang menerbangi rute-rute perintis di dalam dan luar negeri, penerbangan sewa dan penerbangan berbasis bisnis lain.
Pasar di ceruk ini besar, yang dikatakan beberapa media massa aviasi dunia sekitar 500 unit di seluruh dunia.
N219 diperkirakan akan berhadapan langsung dengan de Havilland DHC-3 Otter, DHC-6 Twin Otter, Antonov An-28, Britten Norman Trislander, atau CASA N-212 Aviocar.
Ia menuturkan, LAPAN dan PT Dirgantara Indonesia mulai berkoordinasi untuk perencanaan membuat dan merancang pesawat terbang turboprop N219 sejak 2014. Secara kronologi, ide dasar rancang bangun N219 ini telah terjadi sejak 2011
“Tahun 2014 mulai kerja besar. Waktu itu mulai dibuatkan dan ditetapkan N219 dengan membuat empat pesawat dengan rincian untuk uji terbang dan uji coba di darat,” kata dia.