MAKKAH – Sebanyak 95.400 peziarah domestik tanpa izin haji sejauh ini telah dikirim kembali dari berbagai titik masuk Makkah dan tempat-tempat suci lainnya. Jenderal Khaled Al-Harbi, komandan Pasukan Keamanan Haji, mengatakan bahwa total 47.700 kendaraan yang membawa jamaah haji telah telah dikembalikan selama periode antara 19 Juli dan 12 Agustus.
Jenderal Al-Harbi mengatakan, pasukan keamanan sangat waspada dan bersiap untuk memastikan haji yang aman dalam segala hal. Dia memperingatkan bahwa pasukan keamanan akan menangani dengan keras semua orang yang mencoba memasuki Kota Suci tanpa izin haji atau orang-orang yang mengangkut jamaah haji, dan bahwa pelanggar tersebut akan diserahkan ke pihak berwenang terkait untuk tindakan pidana.
“Pasukan keamanan akan menghukum pelanggar yang telah memasuki lokasi suci melalui penggelaran pasukan inspeksi dengan mekanisme sidik jari acak terlepas dari tindakan pencegahan di titik masuk Makkah dan tempat-tempat suci serta di jalan-jalan gurun yang mengarah ke tempat-tempat suci. .Pengawasan udara untuk menangkap pelanggar juga akan diintensifkan,” katanya, seperti dilansir Saudigazette.com.
Jenderal Al-Harbi meminta warga dan para pendatang dari luar Arab bekerja sama dengan aparat keamanan. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan yang sesuai agar prosesi ibadah haji bebas gangguan.
Pada Ahad lalu, sebanyak 675.143 peziarah haji telah tiba di Kerajaan Saudi Arabia. Menurut sebuah pernyataan Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat), dari 663.860 peziarah haji ini tiba melalui pesawat udara; 10.796 angkutan darat, dan sebanyak 487 jamaah melalui kapal laut. Angka ini menandakan adanya peningkatan sebesar 17% (98.387) peziarah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, termasuk 480.592 peziarah tiba di Madinah. Laporan harian tersebut juga menyebutkan bahwa 276.750 peziarah telah meninggalkan Madinah untuk pergi ke Makkah. Sementara sisanya sebanyak 203.806 peziarah masih tinggal di kota Nabi tersebut.
Semua tingkat mataf dibuka selama haji
