BANDA ACEH – Lembaga USAID Lestari Provinsi Aceh yang concern pada lingkungan hidup menyarankan dibangunnya skema perlindungan kawasan sumber air.
Koordinator USAID Lestari Provinsi Aceh Ivan Krisna mengatakan, skema ini penting untuk menghadapi bencana kekeringan. Apalagi setelah melihat fenomena kekeringan yang melanda Aceh saat musim kemarau ini.
“Saya bisa tunjukkan beberapa site yang kami bangun di Aceh melalui skema perlindungan kawasan sumber air yang dikembangkan oleh masyarakat. Mudah-mudahan menjadi salah satu solusi dalam menghadapi bencana kekeringan seperti sekarang ini,” kata Ivan kepada portalsatu.com, melalui pesan WhatsApp, Kamis, 27 Juli 2017.
Ivan menyebutkan, beberapa daerah yang telah dibangun sekema perlindungan kawasan sumber air di antaranya di Saree (Forum Alur Mancang Saree), Jantho (Forum Sayeung Krueng Kaloek), Gayo Lues, dan Aceh Selatan. Bahkan yang di Saree kata Ivan pernah meraih penghargaan Kalpataru.
“Mudah-mudahan mereka masih tetap menerima air bersih dari kawasan hutan yang mereka jaga dan lindungi sejak dibangun sampai sekarang,” kata Ivan.
“Mereka meraih Kalpataru. Kemarin dulu baru juga pulang dari pertemuan komunitas sungai dan Anzurdin mempresentasikan skema perlindungan sumber air yang bersumber dari Tahura Saree,” tambahnya.