YARUSSALEM – Warga Palestina untuk pertama kalinya dalam dua pekan terakhir bisa melalukan salat di Masjid Al Aqsa, yang berada di kompleks tempat suci Harm al Sharif, yang bagi pemeluk Yahudi biasa disebut Temple Mount.
Dalam dua pekan ini aparat keamanan Israel memasang detektor logam dan kamera pengawas, menyusul tewasnya dua polisi mereka di kompleks ini. Israel menyebutkan langkah ini perlu untuk mencegah penyelundupan senjata.
Namun, bagi warga Palestina pemasangan kamera dan detektor 'menghalangi akses mereka terhadap Masjid Al Aqsa' dan menuduh Israel 'berupaya menambah kontrol atas tempat suci ini'.
Untuk memprotes tindakan aparat keamanan Israel, warga Palestina salat di jalan-jalan di sekitar kawasan suci yang berada di Kota Lama di Jerusalem Timur tersebut.
Israel sudah membongkar peralatan tersebut dan yang terakhir dilakukan hari Kamis (27/07), yang langsung disambut warga Palestina dengan beramai-ramai memasuki Harm al Sharif.
Mereka menari dan meneriakkan Allahu Akbar (Allah Mahabesar) di jalan-jakan di sekitar Harm al Sharif sebelum melaksanakan salat Asar.
Dilaporkan terjadi bentrokan ketika polisi mencoba mengontrol massa dengan menembakkan gas air mata. Menurut Bulan Sabit Merah Palestina sejumlah warga mengalami luka-luka.
Hak atas fotoGETTY IMAGES