JANTHO – Kolam pemandian Mata Ie yang berada di Aceh Besar menjadi kering berkaitan erat dengan berkurangnya sumber mata air di Calang, Aceh Jaya. Mata Ie dengan Aceh Jaya juga disebut-sebut memiliki sumber mata air yang sama, sehingga perubahan bentang alam di Calang turut mempengaruhi Mata Ie.
Demikian disampaikan Kasi Layanan PDAM Tirta Montala, Iksan, saat ditemui wartawan portalsatu.com di ruang kerjanya, di Kantor Cabang PDAM Tirta Montala, Keutapang, Banda Aceh, Rabu, 26 Juli 2017.
“Pembukaan lahan sawit, illegal logging, pengambilan batu gajah, itu berpengaruh sekali. Imbasnya sampai ke Mata Ie,” kata Iksan.
Iksan mengatakan debit air kolam pemandian Mata Ie dapat bertambah meskipun di kawasan tersebut tidak hujan, tetapi di Calang hujan. Hal ini disebabkan “urat” air antara dua kawasan ini bersambung. “Terkoneksi sampai Calang, Lamno, dan di sinilah hilirnya,” kata Iksan.
Sementara ini, kata Iksan, PDAM Tirta Montala tidak bisa mengambil air bersih dari sumber mata air Mata Ie karena sedang devisit dipengaruhi perubahan iklim.
“Agar mencukupi kebutuhan air bagi masyarakat, kami melakukan pembagian air secara bergiliran yang bersumber dari cabang PDAM Lambaro,” ujarnya lagi.
Di sisi lain, Iksan menyebutkan upaya pemulihan sumber mata air di kolam pemandian Mata Ie mulai berkurang. Untuk itu PDAM Tirta Montala membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah.
“Sementara PDAM tidak ada upaya apapun yang bisa dilakukan untuk pemulihan sumber mata air di Mata Ie,” katanya.