TERKINI
NEWS

BMKG Prediksi Kemarau Berlangsung hingga Agustus

Banda Aceh - Prakirawan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Blang Bintang Khairul Akbar menyampaikan, puncak musim kemarau yang melanda Aceh akan berlangsung hingga…

SIRAJUL MUNIR Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.6K×

Banda Aceh – Prakirawan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Blang Bintang Khairul Akbar menyampaikan, puncak musim kemarau yang melanda Aceh akan berlangsung hingga Agustus.

“Saya memperkirakan dengan suhu yang tinggi dan kelembaban udara yang sangat rendah saat ini, puncak kemarau kita terjadi pada Juli hingga awal Agustus nanti. Dan bulan September sebagian kabupaten di Aceh sudah ada yang masuk ke penghujan,” kata Khairul, saat dihubungi portalsatu.com, Selasa, 25 Juli 2017.

Suhu udara pada musim kemarau tahun ini dikatakan Khairul juga masih terbilang normal dari tahun-tahun sebelumnya.

“Indeks-indeks iklim global yang memengaruhi dinamika cuaca iklim di Aceh yang kita pantau tidak menunjukkan keadaan di bawah atau di atas normalnya. Sampai saat ini suhu paling tinggi di Banda Aceh 36,4 Celcius,” kata Khairul.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya kata Khairul, saat musim kemarau tercatat suhu di Aceh berkisar antara 36-37 derajat celsius.

Khairul menjelaskan analisis hujan Dasarian II, tanggal 11 – 20 Juli 2017 Provinsi Aceh. Hujan dengan intensitas rendah (curah hujan antara 21 – 50 mm) terjadi hampir di seluruh kabupaten kota di Provinsi Aceh. Untuk wilayah yang tidak terjadi hujan (0 – 10 mm) terjadi di Aceh Besar, sebagian Pidie, Pidie Jaya dan sebagian Aceh Jaya. Hal ini yang menyebabkan beberapa daerah mengalami kekeringan.

“Monitoring hari tanpa hujan sampai dengan 10 Juli. Nanti akan saya share yang terbaru sampai dengan 20 Juli sedang menunggu dikirim,” jelasnya.

“Mungkin dapat kami simpulkan kekeringan ini disebabkan curah hujan yang sangat rendah di Aceh Besar dan monitoring hari tanpa hujan berturut-turut dengan kategori pendek sampai dengan panjang terjadi di Banda Aceh dan Aceh Besar,” jelasnya lagi.

Sehubungan dengan itu, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama musim kemarau tahun ini dikatakan Khairul tidak lebih parah dari tahun sebelumnya.

“Kebakaran hutan juga pernah lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu pemerintah juga sangat fokus masalah kebakaran hutan dan lahan sekarang ini,” katanya.

Pihak BMKG juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca seperti saat ini.

“Kebakaran hutan dan lahan masih berlangsung sampai sekarang dan harus diperhatikan dengan tidak membakar lahan. Kemudian untuk kesehatan juga menjadi perhatian dengan kabut asap yang terjadu dan masalah dehidrasi juga dengan mengonsumsi air yang cukup,” ujarnya.[]

SIRAJUL MUNIR
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar