LHOKSEUMAWE – Rencana Pemko Lhokseumawe meminjam dana bank untuk melunasi utang kepada pihak ketiga harus dibahas dengan cermat. Jangan sampai hal itu seperti gali lubang tutup lubang.
Sumber Pendapatan Asli Daerah kita tidak seberapa. Kita belum temukan formula yang tepat untuk menutupi pinjaman bank (jika rencana itu terealisasi). Ini yang sedang kita rembuk bersama dengan harapan utang ke pihak ketiga lunas, lubang defisit tidak bertambah besar alias jangan gali lubang tutup lubang, ujar Azhar Mahmud akrab disapa Cek Har, anggota DPRK Lhokseumawe kepada portalsatu.com, Senin, 24 Juli 2017, sore.
Politisi Partai NasDem ini mengaku sepakat dengan rencana meminjam uang bank, karena saat ini tidak ada cara lain untuk membayar utang mencapai Rp250 milair. Namun, kata Cek Har, Pemko Lhokseumawe selama ini hanya mengandalkan PAD dari retribusi parkir dan perizinan. Nilainya tidak sebanding dengan jumlah uang yang ingin dipinjam pada bank. Itu sebabnya, rencana Pemko Lhokseumawe meminjam uang bank perlu dibahas secara serius agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Dan persoalan defisit luar biasa ini harus dijadikan pelajaran oleh Pemko, agar ke depan ada peningkatan PAD dengan cara membuka sektor-sektor baru yang menghasilkan pendapatan bagi daerah. Jangan hanya bergantung pada DAK (Dana Alokasi Khusus/dana transfer dari pemerintah pusat), kata Cek Har.