STANFORD – Peneliti dari Amerika Serikat (AS) telah mengumpulkan data dari seluruh dunia melalui untuk melihat seberapa aktif manusia di berbagai negara. Dengan menggunakan accelerometer yang terdapat di sebagian besar ponsel pintar, para peneliti merekam langkah dari lebih dari 700 ribu orang yang menggunakan aplikasi pemantau aktivitas, Argus.
Analisis Stanford University pada data menit per menit yang setara dengan 68 juta hari itu menunjukkan bahwa rata-rata penduduk dunia berjalan sebanyak 4.961 langkah setiap harinya. Dari analisis itu diketahui bahwa Hong Kong berada di peringkat teratas negara paling aktif dengan rata-rata 6.880 langkah per hari sementara Indonesia berada di peringkat buncit dengan hanya rata-rata 3.513 langkah per hari.
Menurut Scott Delp, seorang profesor bioteknologi dan salah satu peneliti, penelitian yang mereka lakukan ini 1.000 kali lebih besar daripada penelitian terdahulu tentang gerakan manusia.