BANDA ACEH - Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) memperkenalkan produk oleoresin yang dihasilkan dari ekstraksi daun kari (teumurui) dengan menggunakan bantuan ultrasonik. Penelitian oleoresin tersebut…
BANDA ACEH – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) memperkenalkan produk oleoresin yang dihasilkan dari ekstraksi daun kari (teumurui) dengan menggunakan bantuan ultrasonik.
Penelitian oleoresin tersebut dilakukan oleh empat mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP), yakni Madina Ulfa, Cut Meliana, Nazly Hasibuan, dan Cut Maysura Hanum dari Pendidikan Fisika (FKIP).
Selama ini daun kari segar ditambahkan secara langsung pada makanan, tetapi cara tersebut dinilai kurang efisien karena sifat daun kari yang mudah layu. Hal inilah yang mendasari pembuatan oleoresin daun kari dilakukan.
Selain itu, produk oleoresin tersebut merupakan salah satu karya penelitian yang akan diikutsertakan dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2017 di bawah bimbingan dosen asal Fakultas Pertanian, yakni Novi Safriani S.T.P., M.Sc.
“Produk oleoresin yang dihasilkan berbentuk cairan kental yang memiliki rasa dan aroma khas dari bahan baku dasarnya. Pengolahan daun temurui menjadi oleoresin bertujuan untuk meningkatkan masa simpan daun kari,” kata Madina Ulfa kepada portalsatu.com melalui siaran pers, Senin, 10 Juli 2017.
Madina mengatakan, penelitian pengolahan daun kari ini merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan sumber daya lokal dari Aceh yang dikembangkan menjadi produk oleoresin sehingga dapat menambah nilai guna dan ekonomis dari daun temurui.
“Meski penelitian oleoresin dari daun kari sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun metode yang diterapkan berbeda dengan penelitian ini.”
Mereka mengharapkan melalui ekstraksi oleoresin daun kari dengan bantuan ultrasonik akan menghasilkan produk yang lebih unggul, baik dalam kuantitas maupun kualitas.[] (*sar)