Salah satu unsur yang sering di lakoni dalam kehidupan bermasyarakat adalah budaya. Kita sering mendengar istilah tersebu, Istilah kebudayaan sendiri berasal dari kata sansekerta buddhatah sebagai bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Maka, kebudayaan dapat diartikan hal-hal yang bersngkutan dengan budi dan akal.bahasa Inggrisnya adalah culture yang berasal dari kata latin colore artinya mengolah, mengerjakan atau sebagai segala daya dan usaha manusia mengubah alam. Dari pengertian ini dapat ditarik suatu definisi umum yang luas bahwa kebudayan adalah seluruh cara hidup suatu masyarakat, tidak hanya mengenai cara hidup yang dianggap lebih tinggi atau diinginkan.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan dan karya seni.Komunikasi antar budaya adalah komunikasi antar orang-orang berbeda budaya (baik dalam arti ras, etnik, atau perbedaan-perbedaan sosio ekonomi).
Di antara faktor-faktor internal bukan saja mempengaruhi atensi sebagai salah satu aspek persepsi, tetapi juga mempengaruhi persepsi kita secara keseluruhan, terutama penafsiran atas suatu rangsangan, agama, ideologi, tingkat intelektual, tingkat ekonomi, pekerjaan, dan cita rasa sebagai faktor-faktor internal jelas mempengaruhi persepsi seseorang terhadap realitas. Denngan demikian persepsi terikat dengnan budaya.Bagaimana kita memaknai pesan, obyek, atau lingkungan tergnatung pada sistem nilai yang kita anut. Oleh karena persepsi berdasarkan budaya yang telah kita pelajari, maka persepsi seseorang atas lingkungannya bersifat sunyektif. Semakin besar perbedaan budaya antara dua orang semakin besar pula perbedaan persepsi mereka terhadap realitas. Dan oleh karena tidak ada dua orang yang mempunyai nilai-nilai budaya yang persis sama, maka tidak pernah ada dua orang yang mempunyai persepsi yang persis sama pula. Dalam konteks ini, sebenarnya budaya dapat dianggap sebagai pola persepsi dan perilaku yang dianut sekelompok orang.
Larry A. Samovar dan Richard E. Potter mengemukakan beberapa unsur budaya secara langsung mempengaruhi persepsi kita ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain, yakni : pertama, Kepercayaan (beliefs), nilai (value), dan sikap (attitudes). Kedua, Kepercayaan adalah anggapan subyektif bahwa suatu obyek atau peristiwa punya ciri atau nilai tertentu, dengan tanpa bukti. Misalnya Tuhan YME, adam adalah manusia pertama di bumi, AIDS adalah penyakit berbahaya dan lain lain. Nilai adalah komponen evaluatif dari kepercayaan kita, mencakup : kegunaan, kebaikan, estetika, dan kepuasan. Jadi nilai bersifat normatif, memberitahu suatu anggota buaday mengenai apa yang baik dan buruk, benar dan salah, siapa yang harus dibela, apa yang garus diperjuangkan dan lain sebagainya.