BANDA ACEH – Badan Pusat Penanggulangan Bencana Alam (BPBA) bakal mengetes loudspeaker early warning sistem atau sistem peringatan dini tsunami dalam volume besar. Hal ini berbeda dengan ujicoba alat tersebut yang dilakukan selama ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBA, Asmauddin, mengatakan selama ini mereka mengecilkan suara EWS untuk menghindari kepanikan warga. Pasalnya, kata dia, suara loudspeaker alat tersebut dapat mencapai 2 kilometer dari lokasi steak sirine berada.
“Jadi pada saat pengecekkan untuk memastikan loudspeakernya masih berfungsi, volume suaranya dikecilkan,” katanya kepada portalsatu.com, Jumat, 11 Desember 2015.
BPBA mengatakan akan menyosialisasikan penggunaan loudspeaker EWS tersebut kepada masyarakat di masa mendatang.