TERKINI
EKBIS

Sudah Empat Hari Garam Langka di Aceh Selatan

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Derah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh Selatan, menyayangkan kondisi langkanya garam sebagai bahan kebutuhan pokok masyarakat empat hari terakhir.…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 670×

BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Derah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh Selatan, menyayangkan kondisi langkanya garam sebagai bahan kebutuhan pokok masyarakat empat hari terakhir. Aceh Selatan sebagai daerah pesisir laut Hindia, tetapi masih mengalami kelangkaan garam.

Ketua DPD PSI Aceh Selatan, Sariman Arma, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Sabtu, 8 Juli 2017, menyatakan persoalan kebutuhan pokok seperti garam untuk konsumsi rumah tangga termasuk dalam ketahanan pangan yang mestinya dapat disikapi dengan baik oleh pemerintah daerah.

“Garam untuk rumah tangga pun, kita tak mampu sediakan. Ini tentu logika yang sulit dipahami, kita ini daerah yang dari ujung ke ujung memiliki garis pantai, tapi tak mampu mendirikan industri garam untuk kebutuhan konsumsi,” kata Arma.

Menurut Arma, selama ini masyarakat Aceh Selatan secara ekonomi banyak tergantung dengan Medan (Sumut).  Sebagian besar sayur mayur dan kebutuhan pokok lainnya bahkan datang dari Medan. Dulu, kata dia, di berbagai kecamatan ada petani garam tradisional. Namun kemajuan zaman membuat petani garam tradisional kalah bersaing dan gulung tikar.

“Kami khawatir jika tidak ada kemandirian ekonomi khususnya untuk kebutuhan pokok seperti sayuran, garam dan lain-lain, Aceh Selatan sangat rapuh, dan kemiskinan makin meningkat karena sektor kebutuhan pokok saja kita tak mandiri,” kata Arma mengingatkan situasi Aceh Selatan.

Mantan aktivis SMUR ini menilai solusi yang bisa dilakukan adalah pemerintah bersama masyarakat serta dunia usaha mesti duduk bersama membicarakan strategi pemberdayaan ekonomi rakyat. Khususnya untuk pangan dan industri kecil menengah yang dihidupkan, guna menopang kebutuhan pokok masyarakat seperti garam.

“Banyak cara jika memang pihak terkait punya komitmen mengubah situasi tersebut. Toh, industri garam itu sebenarnya juga bukan industri yang terlalu canggih dan rumit asal ada kemauan pasti ada jalannya, kalau bicara ekonomi itu, ya, bicara kemandirian,” kata Arma.

Sebagai catatan, Kabupaten Aceh Selatan saat ini sedang terjadi kelangkaan garam yang merupakan salah satu bahan kebutuhan pokok masyarakat. Kelangkaan ini sudah terjadi empat hari yang lalu, dan hampir merata di seluruh kecamatan yang ada di Aceh Selatan.[]

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar