Seorang anak asal Indonesia ditangkap dalam serangkaian razia yang juga menjerat 37 terduga teroris ISIS di sejumlah provinsi di Turki. Beberapa di antara terduga teroris tersebut tertangkap membawa lebih dari 5 kilogram bahan peledak di perbatasan negara dengan Suriah.
Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal saat dikonfirmasi, di kantornya, Jakarta, Jumat (7/7).
Kami sudah cek data base kami. Kami juga sudah komunikasi dengan otoritas Turki. Puluhan terduga teroris itu ditangkap dari lima razia berbeda. Beberapa tersangka berusia di bawah umur dan kini tengah ditangani Kementerian Sosial Turki, kata Iqbal.
Meski begitu, Iqbal tidak menjelaskan secara rinci berapa jumlah WNI yang tertangkap dalam razia kontra terorisme Turki tersebut.
Mengutip Reuters, Rabu (5/7), dari 37 tersangka teroris yang tertangkap, dua di antaranya merupakan anak-anak di bawah umur dan salah satunya merupakan anak perempuan berusia 12 tahun yang berasal dari Indonesia.
Terlepas dari itu, Iqbal mengatakan pihaknya berupaya memulangkan para WNI yang diduga bergabung menjadi Foreign Terorrist Fighter (FTF) atau pelaku teror asing di Turki, bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Pemerintah Turki.
Dia menuturkan WNI yang dipulangkan dari Turki tersebut akan diidentifikasi lebih dulu oleh BNPT dan Polri untuk memastikan apakah mereka terbukti terlibat langsung sebagai FTF atau hanya menjadi korban.