TERKINI
NASIONAL

Al Chaidar: Teror ISIS Melemah Akibat Kurang Dana

LHOKSEUMAWE - Pengamat teroris, Al Chaidar, menyimpulkan dua serangan teror ke basis kepolisian, membuktikan  kelompok radikal Islamic State of Iraq  Syria (ISIS) di Indonesia mulai…

HENDRIK MEUKEK Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 605×

LHOKSEUMAWE – Pengamat teroris, Al Chaidar, menyimpulkan dua serangan teror ke basis kepolisian, membuktikan  kelompok radikal Islamic State of Iraq  Syria (ISIS) di Indonesia mulai kekurangan dana. Alhasil mereka terpaksa melakukan teror dengan kekuatan seadanya.

“Serangan dengan pisau di kawasan Mabes Polri, kemudian di Polda Sumut, ini bukti aliran dana dari Suriah ke Indonesia  sudah terputus setelah aparat keamanan mengetahui jalur masuk dana tersebut. Makanya gerakan yang dilakukan dengan senjata seadanya,” kata Al Chaidar, Minggu, 2 Juni 2017.

Ia menerangkan, sudah banyak yang berhasil ditangkap kepolisian. Dia menduga yang tertangkap merupakan salah satu anggota penerima dana dari Suriah.

Di sisi lain, Al Chaidar menilai sangat mudah melihat gerakan ISIS bila memiliki dana besar. Ciri khasnya jika memiliki dana adalah dengan serangan teror lebih besar seperti bom bunuh diri. Menurut Al Chaidar, bom membutuhkan biaya besar.

Dosen di Universitas Malikussaleh itu juga menyebutkan sangat mudah mendeteksi teror yang terjadi dalam beberapa hari ini dilakukan kelompok ISIS. Salah satunya adalah serangan dilakukan secara tiba-tiba di tempat yang tidak terduga, termasuk seperti terjadi di Inggris sebelum Ramadan lalu.

“Mereka menganggap Polisi itu Toghut. dan masjid di Mabes Polri dianggap tempat untuk menebar ajaran yang dianggap teroris sesat,” kata Al Chaidar.

Al Chaidar sebelumnya pernah mengingatkan akan ada serangan susulan yang dilakukan kelompok ISIS setelah kejadian di Inggris dan Marawi, Philipina. Serangan tersebut dilakukan pada waktu tidak terduga seperti Hari Raya Idul Fitri.[]

HENDRIK MEUKEK
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar