LHOKSEUMAWE – Pengamat teroris, Al Chaidar, menyimpulkan dua serangan teror ke basis kepolisian, membuktikan kelompok radikal Islamic State of Iraq Syria (ISIS) di Indonesia mulai kekurangan dana. Alhasil mereka terpaksa melakukan teror dengan kekuatan seadanya.
Serangan dengan pisau di kawasan Mabes Polri, kemudian di Polda Sumut, ini bukti aliran dana dari Suriah ke Indonesia sudah terputus setelah aparat keamanan mengetahui jalur masuk dana tersebut. Makanya gerakan yang dilakukan dengan senjata seadanya, kata Al Chaidar, Minggu, 2 Juni 2017.
Ia menerangkan, sudah banyak yang berhasil ditangkap kepolisian. Dia menduga yang tertangkap merupakan salah satu anggota penerima dana dari Suriah.
Di sisi lain, Al Chaidar menilai sangat mudah melihat gerakan ISIS bila memiliki dana besar. Ciri khasnya jika memiliki dana adalah dengan serangan teror lebih besar seperti bom bunuh diri. Menurut Al Chaidar, bom membutuhkan biaya besar.