Bulan Syawal ini juga merupakan bulan meningkatkan pembendaharaan pahala, baik lewat silaturahmi dan ibadah lainnya. Salah satu ibadah di antaranya salat sunah Syawal yang dikenal…
Bulan Syawal ini juga merupakan bulan meningkatkan pembendaharaan pahala, baik lewat silaturahmi dan ibadah lainnya. Salah satu ibadah di antaranya salat sunah Syawal yang dikenal dengan salat utaqa. Ini termasuk ibadah yang tidak diketahui banyak orang. Lantas, timbul pertanyaan, bidah-kah salat ini?
Sebelum kita bahas hukumnya, ada baiknya dibahas tata cara pelaksanaanya. Salat ini berjumlah delapan rakaat, lebih baik untuk siang hari dikerjakan empat rakaat sekali salam. Jadi hanya dua kali salam dengan delapan rakaat. Sedangkan untuk malam harinya empat kali salam dengan dua rakaat sekali salam.
Salat ini merupakan salat mutlak, niatnya sahaja aku salat sunah empat rakaat karena Allah Taala ini untuk siang harinya. Ayat yang disunahkan, pada setiap rakaat surah al-Ikhlas 15 kali. Kemudian setelah salam membaca tasbih 70 kali, selawat juga 70 kali. Kemudian berdoa sesuai apa yang dihajatkan.
Paparan lebih lanjut sebagaimana diterangkan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani berdasarkan hadis Rasulullah saw., dalam kitabnya Al-Ghunyah juz dua, bunyinya: Diceritakan dari Anas Radhiallahu Anhu, dia berkata bahwasannya Rasulullah saw., pernah bersabda (barang siapa shalat di bulan syawal sebanyak delapan rakaat baik dilakukan malam hari maupun siang hari yang mana di setiap rakaatnya membaca al-Fatihah dan Qul Huwallahu ahad al-ikhlas- sebanyak lima belas kali. Setelah delapan rakaat tersebut kemudian dilanjut dengan membaca tasbih (subhanallah wa bi hamdihi, subhanallahil adhim) tujuh puluh kali dan shalawat (allahumma shallli ala sayyidina Muhammad) tujuh puluh kali. Maka demi dzat yang telah mengutusku, Allah akan mengalirkan hikmah (kebijaksanaan/kebenaran) dalam hati yang diungkapkan melalui lisan seorang hamba yang telah melaksanakan shalat ini , dan Allah akan tunjukkan kepada dia penyakit-penyakit dunia serta obatnya. Dan demi dzat yang telah mengutusku, barang siapa yang mendirikan shalat ini sesuai tata caranya, maka akan diampuni dosa-dosanya sebelum ia mengangkat kepala setelah sujudnya, dan andaikan dia mati, maka dia mati dalam keadaan syahid yang dosanya telah diampuni. Dan tiada seorang hamba yang melaksanakan shalat ini dalam keadaan bepergian, kecuali Allah mudahkan baginya perjalanannya hingga tempat yang dituju. Andaikan ia memiliki hutang, maka hutangnya akan terbayar, dan seandainya ia memiliki kebutuhan, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan demi dzat yang telah mengutusku, tiada seorang hamba yang menjalankan shalat ini kecuali Allah berikan untuknya di setiap huruf dan ayatnya sebuah makhrafah di surga nantinya. Kemudian dipertanyakan apakah makhrafah itu Ya Rasul? Rasulullah saw., menjawab makhrafah adalah dua ekor domba yang mempermudah penunggangnya mengelilingi (kebun penuh) pepohonan yang tidak pernah dipotong selama seratus tahun)).
Berdasarkan hadis di atas, tidak ada larangan melakukan salat delapan rakaat, salat sunah mutlak yang dilakukan selama bulan Syawal. Dengan ketentuan empat kali salam yang di setiap rakaatnya dibaca al-Fatihah dan 15 kali surah al-Ikhlas. Kemudian dilanjut dengan 70 kali bacaan tasbih dan 70 kali bacaan selawat.
Maka hendaknya kita perbanyak amal ibadah di bulan Syawal ini dengan bermacam ibadah termasuk salat sunah ini.[]