DIRE DAWA – Sebuah kota yang hilang — diperkirakan berumur lebih dari 1.000 tahun — telah ditemukan di Ethiopia. Mungkin menawarkan wawasan soal asal-usul Islam di negeri itu.
Pemukiman yang terletak di dekat Dire Dawa kota terbesar kedua di Ethiopia, di bagian timurnya, terdiri dari bangunan yang dikonstruksikan balok-balok batu besar, yang memunculkan mitos lokal bahwa raksasa-raksasa itu memang pernah tinggal di sana. Periset percaya bahwa peninggalan itu kemungkinan berasal dari awal abad ke-10.
Sejawat arkeolog menemukan sebuah masjid abad ke-12 pada pemukiman di Harlaa, serta bukti adanya pemakaman dan batu nisan Islam. Satu tim, dari Universitas Exeter serta Otoritas Ethiopia untuk Penelitian dan Konservasi Warisan Budaya — yang juga pernah menemukan artefak dari wilayah India dan China — menunjukkan bahwa kawasan tersebut berfungsi sebagai pusat bagi para pedagang asing.
Nabi Muhammad SAW wafat pada pertengahan abad ketujuh, dan Islam diperkirakan sudah menyebar ke garis pantai Afrika Timur sekitar abad kedelapan. Tapi tradisi sebelumnya mengatakan bahwa Nabi Muhammad mengirim beberapa pengikut pertamanya ke Abyssinia — kini dikenal sebagai Ethiopia — pada awal abad ketujuh.
Hampir 250 juta Muslim di sub-Sahara Afrika, sekitar 30 persen dari total populasi wilayahnya, menurut Pew Research Center. Tapi Ethiopia memiliki mayoritas Kristen yang kuat: Hampir dua pertiga penduduknya beragama Kristen, sementara sebagian besar sisanya beragama Islam.
“Arkeologi Islam telah terbengkalai di Ethiopia karena orang berkonsentrasi pada hal-hal lain,” Profesor Timothy Insoll, pemimpin proyek dan arkeolog di Universitas Exeter, berkata kepada Newsweek, seperti dilansir Jumat 16 Juni 2017.