LHOKSEUMAWE – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Lhokseumawe drg. Nurhaida mengakui petugas medis di ruang operasi telah membuat kesalahan dengan mengutip uang Patologi Anatomi (PA) atau uji lab terhadap sampel tumor dari dua pasien. Hal itu terjadi karena ketidaktahuan perawat dan dokter di ruang Operasi tersebut.
Hal itu dikatakan Nurhaida kepada portalsatu.com di kantor BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe, Kamis, 15 Juni 2017. Menurutnya, hal itu juga bukan murni kesalahan dari petugas medis, karena rumah sakit belum memiliki layanan Patologi Anatomi, rencananya akan ada setelah Ramadan ini.
Ini juga kesalahan kami, karena tidak memberitahukan kepada dokter dan petugas medis di ruang operasi, bahwa untuk PA masuk dalam dana diagnosa dokter yang ditanggung BPJS Kesehatan. Dan uang yang diambil dari pasien sudah dikembalikan. Bila kesalahan ini memang disengaja, akan ada sanksi tegas, bahkan sampai kita keluarkan, tegas Nurhaida.
Selama ini pihaknya terus melakukan pembenahan di rumah sakit, mulai dari layanan sampai sarana. Bahkan selama ini di setiap suduh rumah sakit dipasang pengumuman kepada pasien agar tidak memberikan uang kepada petugas medis, kecuali di loket resmi rumah sakit.
Ini bagian antisipasi kita agar kasus-kasus seperti yang dialami dua pasien tumor tidak terjadi. Saya juga menghimbau kepada masyarakat terutama pasien, agar segera melaporkan ke pihak rumah sakit, bila ada tindakan-tindakan oknum petugas medis yang melanggar aturan, karena ini juga bagian dari proses perbaikan, pungkasnya.