SERING kita mendengar orang berkata: “Dia itu hanya kenal kita kalau sedang butuh. Ketika tak lagi butuh, dia menghilang entah kemana, ketemu kitapun seakan tak pernah kenal dan tak tahu nama.”
Kalimat ini sebenarnya sangat manusiawi pada sisi memang sepantasnya menyayangi dan disayangi, mencinta dan dicinta, serta membantu dan dibantu harus menjadi hukum alam yang berlaku dimanapun dan kapanpun.
Namun kenyataannya terlalu banyak faktor yang menjadikan sesuatu yang normal menjadi tak normal, yang seharusnya tak menjadi yang senyatanya, dan yang biasa menjadi tak biasa. Agar tidak menjadi sakit hati kronis, ingat saja pada teori psikologi bahwa “orang itu tidak akan loyal dan setia selamanya, kecuali mereka yang hatinya melepaskan diri dari kepentingan-kepentingan selain kepentingan hidup damai bersama demi kemaslahatan bersama.”
Tak perlu menyesal karena telah membantu orang yang tak pernah membalas bantuan kita, tak perlu bersedih karena telah membahagiakan orang yang tidak lagi membahagiakan kita, dan tidak perlu menyimpan derita karena telah menolong orang yang tidak lagi mau menolong kita. Cukup katakan dalam hati: “Alhamdulillah saya telah berkesempatan membantu, membahagiakan dan menolong orang itu.”