JAKARTA – Masih minimnya minat investor dalam sektor minyak dan gas bumi (migas) untuk melakukan eksplorasi sumur migas di Indonesia, harus menjadi perhatian serius pemerintah. Sebab, eksplorasi ini berkaitan erat dengan cadangan migas. Jika tidak ditemukan sumber cadangan migas baru, tidak mustahil Indonesia akan mengalami krisis energi.
Kendati pemerintah sedang gencar berinovasi dalam mengembangkan program energi baru terbarukan (EBT) namun cadangan migas baru mutlak dibutuhkan.
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi NasDem Endre Saifoel mengakui kebutuhan energi nasional yang masih mengandalkan sektor migas sebagai sumbernya, bisa menjadi bumerang. Kosumsi minyak saat ini per harinya mencapai 1,6 juta barel, sedangkan produksi minyak nasional hanya bisa mencukupi kisaran 820 ribu barel per hari.
Saat ini kita masih menggunakan energi fosil, seperti minyak, gas, batubara, menjadi energi utama bangsa ini, ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis, 8 Juni 2017.
Di sisi lain, lanjutnya, dalam menemukan sumur atau ladang migas bukanlah hal yang mudah. Setidaknya dibutuhkan teknologi yang mumpuni serta biaya yang mencukupi. Sementara di lapangan tidak jarang ditemukan investor yang mengalami kesulitan melakukan eksplorasi terutama karena persoalan perizinan.