TERKINI
HEALTH

Dahsyatnya Pahala Bersedekah di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan (Ramadan) merupakan bulan ibadah. Di bulan ini kita dianjurkan memperbanyak bersedekah. Ibadah puasa Ramadan juga merupakan ibadah sosial, dengan berpuasa kita dapat merasakan…

HELMI SUARDI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 4 menit
SUDAH DIBACA 1.6K×

Bulan Ramadhan (Ramadan) merupakan bulan ibadah. Di bulan ini kita dianjurkan memperbanyak bersedekah. Ibadah puasa Ramadan juga merupakan ibadah sosial, dengan berpuasa kita dapat merasakan penderitaan orang lain. Kita dianjurkan untuk berderma dan bersedekah seperti memberi makanan berbuka puasa.

Sebagian ulama pada masa silam ditanya, “Kenapa kita diperintahkan untuk berpuasa?”

Mereka menjawab, “Supaya yang kaya dapat merasakan penderitaan orang yang lapar. Itu supaya ia tidak melupakan deritanya orang yang lapar”. (Lathaif Al-Ma’arif, hal. 300)

Pada bulan Ramadan ini dengan kita menggabungkan antara puasa dan sedekah menjadikan seseorang dimudahkan masuk surga. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari ‘Ali, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di surga ada kamar yang luarnya bisa dilihat dari dalamnya dan dalamnya bisa dilihat dari luarnya”.

Lantas orang Arab Badui ketika mendengar hal itu langsung berdiri dan berkata, “Untuk siapa keistimewaan-keistimewaan tersebut, wahai Rasulullah?”

Beliau bersabda, “Itu disediakan bagi orang yang berkata yang baik, memberi makan (kepada orang yang butuh), rajin berpuasa, dan melakukan shalat di malam hari ketika manusia terlelap tidur”. (HR. Tirmidzi no. 1984 dan Ahmad 1: 155)

Kata Ibnu Rajab Al Hambali, sifat-sifat yang disebutkan di atas semuanya terkumpul di bulan Ramadan. Karena orang beriman akan mengumpulkan pada dirinya amalan puasa, salat malam, sedekah dan berkata yang baik, sebab ketika berpuasa dilarang berkata kotor dan sia-sia. Lihat: Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 298.

Juga mereka yang bersedakah akan mendapatkan naungan di hari kiamat nantinya. Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang tujuh jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:

“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya”. (HR. Bukhari no. 1421)

Di samping itu dengan bersedekah dan puasa di bulan yang mulia ini juga sebagai sebab kemudahan meraih ampunan dosa dan selamat dari siksa neraka. Lebih-lebih jika kedua amalan tersebut ditambah dengan amalan salat malam. Disebutkan bahwa puasa adalah tameng (pelindung) dari siksa neraka, “Puasa adalah pelindung dari neraka seperti tameng salah seorang dari kalian ketika ingin berlindung dari pembunuhan”. (HR. Ibnu Majah no. 1639 dan An Nasai no. 2232)

Sedangkan mengenai sedekah dan salat malam disebutkan dalam hadis, “Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana api dapat dipadamkan dengan air, begitu pula shalat seseorang selepas tengah malam”. (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973)

Ibadah yang kita kerjakan dalam bulan ini terutama kewajiban berpuasa, tentunya dalam pelaksanaan pasti ada cacat dan kekurangan. Setidaknya dengan kita bersedekah itulah akan mampu menutupi kekurangan ibadah kita tersebut. Makanya dalam syariat agama kita tatkala menjelang akhir Ramadan, kita wajibkan untuk menunaikan zakat fitrah. Tujuannya adalah menyucikan orang yang berpuasa.

Disebutkan dalam hadis, Ibnu ‘Abbas Ra berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan dari kata-kata kotor, juga untuk memberi makan kepada orang miskin”. (HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827)

Bersedekah itu sebagai ibadah horizontal (hamlumminannas) hendaknya kita perbanyak bukan hanya dengan materi. Pekerjaan lain yang bernilai sedekah, sehingga jangan terbayang bersedekah itu hanya dengan fulus (uang), tapi masih banyak cara lain bersedekah walaupun kita kekurangan finansial. Setidaknya semangat kita untuk berdekah di bulan Ramadan ini bertambah dengan tujuan menggapai rida ilahi.

Sungguh indah kita menyimak sebuah pesan yang di sampaikan tokoh terbesar dalam dunia Islam. Beliau adalah  Imam Syafi’i rahimahullah. Beliau  berkata, “Aku sangat senang ketika melihat ada yang bertambah semangat mengulurkan tangan membantu orang lain di bulan Ramadhan karena meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga karena manusia saat puasa sangat-sangat membutuhkan bantuan di mana mereka telah tersibukkan dengan puasa dan shalat sehingga sulit untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Contoh ulama yang seperti itu adalah Al-Qadhi Abu Ya’la dan ulama Hambali lainnya”. (Lathaif Al-Ma’arif, hal. 301)[]

HELMI SUARDI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar