ANKARA – Pejabat dari Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa (Partai AK) dan partai Gerakan Nasionalis (MHP) oposisi, mengatakan, Parlemen Turki mempercepat rancangan undang-undang yang memungkinkan pasukannya dikirim ke sebuah pangkalan militer Turki di Qatar. Disiarkan dailysabah.com.
Langkah tersebut untuk mendukung negara Teluk Arab tersebut dalam menghadapi isolasi diplomatik dan perdagangan dari beberapa kekuatan Timur Tengah terbesar. Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain memutuskan hubungan dengan Doha dan menutup wilayah udara mereka ke penerbangan komersial pada hari Senin, karena membiayai kelompok militan.
Qatar dengan keras membantah tuduhan tersebut. Ini adalah perpecahan terburuk antara negara-negara Arab yang kuat dalam beberapa dasawarsa.
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengkritik langkah negara-negara Arab tersebut, dengan mengatakan bahwa mengisolasi Qatar dan menjatuhkan sanksi tidak akan menyelesaikan masalah.
“Ankara akan melakukan segalanya dengan kekuatannya untuk membantu mengakhiri krisis,” kata Erdogan.
Turki telah mempertahankan hubungan baik dengan Qatar serta beberapa tetangga Teluk Arabnya. Turki dan Qatar telah memberikan dukungan untuk Ikhwanul Muslimin di Mesir dan mendukung pertempuran oposisi untuk menggulingkan Bashar al-Assad dari Suriah.
Anggota parlemen dari Partai AK telah mengusulkan undang-undang: mengizinkan pasukan Turki untuk ditempatkan di Qatar dan menyetujui sebuah kesepakatan antara kedua negara mengenai kerja sama pelatihan militer, kata pejabat AK Party dan MHP. Kesepakatan kedua, akan memungkinkan pasukan gendarmerie Turki (pasukan khusus korp paling elit dalam militer) untuk melatih pasukan gendarmerie Qatari di Qatar.
Kedua rancangan undang-undang tersebut, yang disusun sebelum pertengkaran antara Qatar dan negara-negara tetangga Arabnya meletus, diperkirakan akan disetujui oleh parlemen Ankara pada hari Rabu.