TERKINI
EVENT

Perampok Berparang Santroni Rumah Kepsek di Banda Masen

LHOKSEUMAWE - Kawanan perampok menyantroni sebuah rumah mewah di Gampong Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Rabu 6 Juni 2017 sekitar pukul 19.50 WIB. Pelaku…

HENDRIK MEUKEK Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 910×

LHOKSEUMAWE – Kawanan perampok menyantroni sebuah rumah mewah di Gampong Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Rabu 6 Juni 2017 sekitar pukul 19.50 WIB. Pelaku yang berjumlah tiga orang berhasil menggasak lima unit smartphone, 10 mayam emas dan satu unit sepmor matic milik korban.

Informasi yang diperoleh portalsatu.com dari polisi, rumah tersebut diketahui milik Sarifa Hanum (48) Kepala SDN 13 Lhokseumawe. Pada malam kejadian korban bersama anaknya Sela (22) ada di rumah. Sedangkan suaminya Saiful (53) sedang bertugas di Rumah Sakit Umum Cut Meutia.

Awalnya, perampok yang berjumlah tiga orang masuk ke halaman rumah, mengetuk pintu berpura-pura bertamu dan bertanya keberadaan suami korban. Namun belum sempat dijawab, tiba-tiba ketiga pelaku langsung mengeluarkan parang.

Tubuh Sarifa dipeluk salah satu pelaku dari belakang dengan parang di leher, sedang dua pelaku lainnya mengarahkan parang ke arah korban. Korban diancam bunuh bila melawan atau berteriak minta tolong.

Setelah itu para pelaku menguras emas, Hp dan sepeda motor. Kemudian kabur ke arah kota Lhokseumawe. Tidak ada korban jiwa maupun dalam insiden tersebut. Sarifa dan anaknya mengalami shock luar biasa usai diancam pelaku dengan parang.

“Korban adalah kepala sekolah sebuah SD di Lancang Garam, sedangkan suaminya pejabat TU di RSUD Cut Meutia, Buket Rata. Satu unit Sempor Honda beat merah BL 3497 NW dibawa lari salah satu pelaku, perhiasan emas 10 mayam. Pelaku juga mengambil 4 unit Hp berbagai merek dan satu unit Tab Asus,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha.

Katanya, saat ini sedang dilakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga masih berada di Aceh. Kemudian petugas terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti lainnya untuk mendeteksi identitas para pelaku.

“Jumlah kerugian belum kita ketahui karena masih dihitung. Kami juga minta doa dari semua pihak agar pelaku bisa segera ditangkap,” ujarnya.[]

HENDRIK MEUKEK
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar