JAKARTA — Sebanyak lima korban tewas dalam peristiwa dua ledakan di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam. Dari lima korban tewas tersebut, tiga diantaranya polisi, sedangkan dua korban lainnya adalah pelaku bom bunuh diri, kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.
Tiga polisi yang gugur adalah Bripda Topan (anggota Unit 1 Peleton 4 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya), Bripda Ridho Setiawan (anggota Unit 1 Peleton 4 Sabhara Polda Metro Jaya) dan Bripda Imam Gilang Adinata (anggota Unit 1 Peleton 4 Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya).
Menurut Irjen Setyo, almarhum Bripda Topan sudah dimakamkan, sedangkan almarhum Bripda Ridho dan almarhum Bripda Gilang akan segera dimakamkan masing-masing di Lampung dan di Klaten, Jawa Tengah.
Sementara korban yang mengalami luka-luka berjumlah 11 orang yang terdiri atas enam orang polisi dan lima masyarakat sipil.
Korban luka dari pihak kepolisian yakni Bripda Feri (anggota Unit Satu Peleton Empat Sabhara Polda Metro Jaya), Bripda Yogi (anggota Unit Satu Peleton Empat Sabhara Polda Metro Jaya), Bripda Muhamad Fuji Saputra (anggota Unit Satu Peleton Empat Sabhara Polda Metro Jaya), Bripda M. Al Agum Pangestu, Bripda Zulkron Rian Nugroho dan Bripda Pandu Dwi Laksono.
Sedangkan lima warga sipil yang mengalami luka adalah Agung (sopir Kopaja), Damai Sihaloho (sopir Mikrolet), Tasdik (karyawan BUMN), Susi (mahasiswi) dan Jihan (mahasiswi).