TERKINI
EVENT

Awas! Buku Pendidikan Ini Mengganti Penyebutan Subhanallah Menjadi Subhana-Tuhan

BANDA ACEH - Dunia pendidikan Indonesia kembali heboh dengan terbitnya sebuah buku panduan yang di dalamnya berisi revisi terhadap kalimat Allah. Adalah buku "Materi Layanan…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 2.7K×

BANDA ACEH – Dunia pendidikan Indonesia kembali heboh dengan terbitnya sebuah buku panduan yang di dalamnya berisi revisi terhadap kalimat Allah. Adalah buku “Materi Layanan Klasikal Bimbingan Konseling” untuk pelajar SMP/SLTP kelas 7 yang memuat revisi Allah menjadi Tuhan itu.

Buku ini disusun oleh Drs Slamet Riyadi, M.Pd, Kona., H. Rochmanuddin, MM, dan Dra Narni. Sementara penerbitnya adalah Paramitra Publishing, yang beralamat di Ngaglik Sleman, Yogyakarta.

Tepatnya di halaman 77, buku ini membahas beberapa poin mengenai cara bersyukur. Namun, hal paling krusial ada di poin b yang membahas bagaimana cara bersyukur dengan ucapan. Dalam buku itu dituliskan, “Bersyukur dengan ucapan. Lidahlah  yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk mengatakan syukur kita kepada Tuhan adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mengucapkan subhana Tuhan, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Tuhan, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu lil Tuhan, maka baginya 30 kebaikan.”

Tiga kata dalam hadis Rasulullah yang diubah itu adalah “subhanallah” menjadi “subhana Tuhan”, “la ilahaillallah” menjadi “la ilaha illa Tuhan”, dan “alhamdulillah” menjadi “alhamdu lil Tuhan”.

Revisi kalimat pada hadis Rasulullah ini tentu mendapat reaksi dari netizens. Mereka menilai, penerbit telah melakukan kesalahan fatal karena ini menyangkut tentang kalimat tauhid yang sakral dalam agama Islam. Terutama untuk kalimat la Ilaha Illallah yang artinya tiada tuhan selain Allah.

Mengenai hal ini, pimpinan penerbit Paramitra Publishing, Hani Rochmanudin, menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan pada buku Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMP-MTs yang viral tersebut. Dilansir repulika.co.id, Hani mengatakan hal tersebut terjadi karena ada yang luput dari pengeditan.

“Kami secepat mungkin melakukan perubahan kalimat yang dimaksud. Karena yang sudah terjual 900 buah, dan tersebar ke berbagai daerah di Indonesia. Kami lakukan dengan mengontek pembeli dan mengirim stiker revisi yang bisa ditempelkan pada bagian yang salah,” kata Hani, seperti dilansir republika.co.id pada Rabu, 24 Mei 2017 kemarin.

Dia mengatakan, buku tersebut adalah buku pegangan guru BK, bukan untuk murid. Buku itupun tidak tersedia dan tidak dijual di toko buku. 

Dia mengatakan, hingga kini, pihaknya masih terus mengupayakan mengirim stiker tersebut sebagai bentuk revisi dan menyetop penjualan pada buku tersebut. “Saya orang Muslim, ini murni kesalahan pengeditan. Semua penjualan ditutup dulu. Buku yang dari dalam kita lakukan revisi, di luar kita tutup dulu,” kata Hani.[]

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar