Oleh: dr. Aidil Fitria*
Hujan mulai turun ketika kami sampai di Langkawi International Airport, setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari bandara KLIA2.
Sebenarnya sudah lama saya mendengar keindahan pulau Langkawi, tapi baru kali ini saya berkesempatan ke sini. Perjalanan selama beberapa hari mulai 6-9 Mei 2017 ini, difasilitasi oleh perusahaan tempat saya bekerja. Saya dan teman-teman yang berjumlah 425 orang dari seluruh Indonesia langsung diantar ke hotel tempat kami menginap.
Saya kebetulan ditempatkan di Seaview Hotel. Kami akan berada di sini selama 4 hari. Hari pertama diakhiri dengan welcome dinner di Nautilus Restaurant yg berada di Bella Vista hotel.
Langkawi merupakan kumpulan 104 pulau tropika yang berada di Semenanjung Malaysia, sekitar 51 km dari Kuala Kedah. Kepulauan ini berada di wilayah pemerintahan Kedah Darul Aman. Pulau utamanya dikenal dengan pulau Langkawi, yang mempunyai mitos juga legenda masa lalu yang memberikan kesan menarik bagi wisatawan. Hampir semua tempat wisata di sini mempunyai legenda masing -masing. Hal ini membuat Langkawi sebagai objek wisata paling terkenal di Malaysia.
Salah satu legenda yang sangat terkenal di sini adalah legenda tentang Mahsuri, yang terjadi pada tahun 1806. Mahsuri merupakan seorang anak perempuan pendatang Siam yang menganut agama Islam. Mahsuri mempunyai paras yang sangat menawan. Suatu ketika Mahsuri dituduh melakukan tindakan asusila, akibatnya Mahsuri harus dihukum mati.
Pada hari hukuman tiba, keris keramat kepunyaan keluarga Mahsuri digunakan untuk mengeksekusinya. Tetapi ada hal yang aneh terjadi ketika keris menancap di tubuhnya, keluar darah yang berwarna putih. Hal ini membuktikan bahwa tuduhan yang diarahkan kepadanya hanya fitnah semata. Dan sebelum Mahsuri menghembuskan nafasnya yang terakhir, dia sempat bersumpah bahwa Langkawi tidak akan aman dan berkembang selama tujuh turunan.
Terlepas dari benar tidaknya legenda atau sumpah tersebut, Langkawi baru berkembang setelah tujuh turunan sejak kejadian tesebut, yaitu sekitar tahun 1987. Momentum ini diawali oleh pemberlakuan pulau Langkawi sebagai daerah bebas pajak oleh Perdana Mentri Malaysia kala itu, Dr. Mahathir Muhammad.
Sejak itu perkembangan pulau Langkawi sangat signifikan. Berbagai sarana dan prasarana dibangun. Sektor pariwisata berkembang pesat. Dengan tagline “Naturally Langkawi”, akhirnya pulau Langkawi menjelma menjadi daerah pariwisata terkemuka di Asia bahkan di dunia.
