LHOKSEUMAWE Sosiolog Unimal Dr. Nirzalin, M.Si., berharap pengadaan mobil dinas Wali Kota Lhokseumawe senilai Rp1,3 miliar yang telah dialokasikan dalam APBK 2017, dibatalkan. Pasalnya, hal itu dinilai tidak etis di tengah kondisi Pemko Lhokseumawe memiliki utang sangat besar dan masih ada rakyat hidup melarat.
Baca: Ternyata Mobil Dinas Wali Kota Lhokseumawe Capa Rp1,3 Miliar
Ini persoalan-persoalan etis. Apakah etis di saat anak-anaknya kelaparan, seorang ayah justru enak-enakan tidur di hotel. Ini persoalannya. Di saat kemiskinannya tinggi, pembangunannya belum baik dengan pertumbuhan ekonomi masih 2 persen sekian, kemudian wali kota menikmati fasilitas yang lux. Saya kira ini sesuatu yang sangat tidak etis, ujar Nirzalin dihubungi portalsatu.com, Sabtu, 13 Mei 2017, malam.
Lihat pula: Mengapa Pengadaan Mobil Dinas Wali Kota Capai Rp1,3 M? Ini Kata Sekda
Nirzalin melanjutkan, Ini harus dikaji ulang. Harus dilihat tidak dengan kacamata akal, tetapi menggunakan kacamata hati. Jadi, sesuatu yang sifatnya secara etis tidak mungkin, tolonglah jangan dilakukan!