TERKINI
HEALTH

Dahsyatnya Pahala Memuliakan Bulan Syakban

Bulan Syakban bulan ibadah, kita dianjurkan dalam bulan Syakban untuk memperbanyak amal ibadah termasuk berpuasa. Banyak hadist nabi yang menceritakan kelebihan puasa di bulan Syakban.…

HELMI SUARDI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 4 menit
SUDAH DIBACA 886×

Bulan Syakban bulan ibadah, kita dianjurkan dalam bulan Syakban untuk memperbanyak amal ibadah termasuk berpuasa. Banyak hadist nabi yang menceritakan kelebihan puasa di bulan Syakban. Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad yaitu Ibnu Umar dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Salamah dari Aisyah dia (Abu Salamah) Berkata; wahai ibu bagaimana puasa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam? (Aisyah) berkata; “Beliau sedemikian sering melakukan puasa sehingga kami mengatakan bahwa beliau tidak pernah berbuka (tidak berpuasa), namun beliau juga sering berbuka (tidak puasa) sehingga kami mengatakan bahwa beliau jarang berpuasa. Dan saya tidak pernah melihat beliau lebih banyak melakukan puasa di suatu bulan daripada puasa beliau di bulan sya'ban. Sungguh beliau puasa sya'ban tidak sedikit bahkan beliau berpuasa sya'bah sebulan penuh.” (HR. Ahmad No.24154)

Dalam hadist lain juga disebutkan :Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Ayahku dari Manshur dari Salim bin Abi Al Ja'd dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam berpuasa Sya'ban dan Ramadhan. (HR. Ahmad No.25308)

Pada kesempatan yang lain juga telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abu Nadlr mantan budak 'Umar bin 'Ubaidullah, dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa terus menerus hingga kami berkata, beliau tidak pernah berbuka. Beliau juga pernah berbuka terus menerus hingga kami berkata, bahwa beliau tidak pernah berpuasa. Aku tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melengkapi puasanya satu bulan penuh kecuali bulan Ramadan. Dan aku tidak melihatnya banyak berpuasa dalam satu bulan kecuali pada bulan Sya'ban.” (HR. Malik No.601)

Juga disebutkan dalam dalam hadist yang lain bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barang siapa yang mengagungkan bulan Sya'ban, bertaqwa kepada Allah dan bertaat kepada-Nya serta menahan diri dari perbuatan ma'syiyat/durhaka, maka Allah ta'aalaa mengampuni semua dosanya dan menyelamatkannya di dalam satu tahun itu dari segala macam bencana dan dari bermacam-macam penyakit“. (Zubdatul Waa'izdiina)

Cerita Inspiratif Mereka Puasa Syakban

Diceritakan dari Muhammad bin Abdullah Az-Zaahidiy bahwa dia berkata : “Kawan saya Abu Hafshin Al-Kabir telah meninggal dunia, maka saya juga menyalati jenazahnya dan saya tidak mengunjungi kuburnya selama delapan bulan. Kemudian saya bermaksud akan menengok kuburnya. Ketika saya tidur di malam hari saya bermimpi melihatnya dia sudah berobah mukanya menjadi pucat, maka saya bersalam kepadanya dan dia tidak membalasnya. Kemudian saya berkata/bertanya kepadanya : “Subhaanallaahi / Maha Suci Allah, mengapa engkau tidak membalas salam saya?”. Dia menjawab : “Membalas salam adalah ibadah, sedang kami sekalian telah terputus dari ibadah”. Kata saya: “Mengapa saya melihat wajahmu berubah, padahal sungguh engkau dahulu berwajah bagus?” Dia menjawab: “Ketika saya dibaringkan di dalam kubur, telah datang satu Malaikat dan duduk di sebelah kepala saya seraya berkata : “Hai si tua yang jahat, dan dia menghitung semua dosa saya dan semua perbuatan saya yang jahat bahkan diapun memukul saya dengan sebatang kayu sehingga badan saya terbakar”. Kuburpun berkata kepada saya: “Apakah engkau tidak malu kepada Tuhanku?” Kemudian kuburpun menghimpit saya dengan himpitan yang kuat sekali sehingga tulang-tulang rusukku menjadi bertebaran dan sendi-sendi tulangkupun menjadi terpisah-pisah sedang saya dalam siksa sampai malam pertama bulan Sya'ban”. Waktu itu ada suara mengundang dari atas saya : “Hai Malaikat, angkatlah batang kayumu dan siksamu dari padanya, karena sesungguhnya dia pernah menghidupkan/mengagungkan satu malam dari bulan Sya'ban selama hidupnya dan pernah berpuasa pula satu hari di bulan Sya'ban”. Maka Allah menghapuskan siksa dari padaku dengan sebab aku memuliakan malam hari di bulan Sya'ban dengan shalat dan berpuasa satu hari di bulan Sya'ban; kemudian Dia Allah ta'ala memberi kegembiraan kepada saya dengan surga dan kasih sayangNya.[]

HELMI SUARDI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar