TERKINI
NEWS

Warga Jarah Tanaman di Arena Penas?

BANDA ACEH - Sejumlah tanaman di arena Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan (Penas KTNA) 2017 yang berada di kawasan Stadion Harapan Bangsa, Banda…

SIRAJUL MUNIR Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.8K×

BANDA ACEH – Sejumlah tanaman di arena Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan (Penas KTNA) 2017 yang berada di kawasan Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, dijarah warga. Areal perkebunan yang hendak dijadikan kawasan agrowisata tersebut sebelumnya terlihat asri. Namun, di hari terakhir menjadi rusak parah dan banyak tanaman yang hilang, Kamis, 11 Mei 2017.

Selain tanaman, beberapa ikan yang dilepas dalam kolam buatan pun ikut diboyong oleh beberapa orang. Bahkan, ikan-ikan tersebut terlihat ditangkap oleh beberapa orang menggunakan jaring sejak Rabu, 10 Mei 2017.

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh, Tuanku Muhammad, sangat menyayangkan adanya aksi penjarahan hasil tanaman di lokasi Penas KTNA 2017. Dia mengatakan sebenarnya aksi penjarahan hasil tanaman tersebut sudah dilarang oleh panitia. Namun tetap saja aksi yang tidak terpuji ini dilakukan. 

“Sungguh sangat disayangkan jika tanaman yang sudah dipersiapkan sejak 2 Bulan lalu dengan menghabiskan dana rakyat Aceh hingga milyaran rupiah bisa dirusak dengan mudahnya,” kata Tuanku melalui siaran pers, Kamis, 11 Mei 2017.

Tuanku Muhammad mengatakan event tersebut telah menunjukkan citra Aceh sebagai provinsi yang aman, bersyariat, dan berpendidikan. Hal ini seharusnya didukung oleh seluruh masyarakat Aceh di hadapan tamu lainnya dari seluruh Indonesia.

“Aksi penjarahan ini tidak saja membuat kerusakan di kebun buatan Penas KTNA, tapi juga membuat kita rakyat Aceh dicap masih primitif oleh tamu dari seluruh Indonesia, apalagi mereka masih ada di Aceh dan belum pulang,” kata Tuanku Muhammad.

Menurutnya jika kebun buatan itu tidak dirusak maka lahan tersebut dapat digunakan pemerintah Aceh ataupun pihak terkait lainnya sebagai lokasi agrowisata yang bernilai ekonomis. 

“Di samping masyarakat bisa belajar menanam tanaman yang baik, juga bisa dijadikan wahana tamasya yang baru bagi warga kota Banda Aceh seperti Hutan Kota di Tibang,” katanya lagi.

Ketua KAMMI Aceh ini berharap agar aksi penjarahan seperti ini tidak lagi terjadi di Aceh. “Mari kita menjaga setiap keindahan dan tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi milik kita,” katanya.

Pantauan portalsatu.com di lokasi pada Rabu, 10 Mei 2017, beberapa pihak yang mengaku sebagai pemilik tanaman di lokasi pameran juga telah memboyong beberapa pohon palem menggunakan mobil pick-up terbuka. Kepada pengunjung, mereka mengaku tanaman tersebut disewa panitia untuk kegiatan Penas. “Bak nyoe atra kamo disewa,” kata salah seorang pria yang sedang membawa beberapa pohon palem dan bunga ke atas mobil pick-up.

Selain itu, beberapa panitia di lokasi taman agrowisata Penas juga terlihat memperjualbelikan tanaman seperti cabai dan lada. “Ada yang Rp20 ribu ada Rp50 ribu,” kata salah satu pengunjung.[]

SIRAJUL MUNIR
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar