TERKINI
BLOG

Ini Dia Ulama, Mahaguru dan Penulis Dalam Kesultanan Aceh

Salam Hormat Kepada Adinda Mizuar Mahdi Al-Asyi, Ketua Mapesa, beserta seluruh pengurus dan keluarga besar Mapesa. Kepada Geuchik Gampong Ateuk Jawo beserta segenap jajaran pemerintahan dan warganya. Dengan…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.2K×

Salam Hormat

Kepada Adinda Mizuar Mahdi Al-Asyi, Ketua Mapesa, beserta seluruh pengurus dan keluarga besar Mapesa. Kepada Geuchik Gampong Ateuk Jawo beserta segenap jajaran pemerintahan dan warganya.

Dengan penuh harapan semoga semangat untuk menggali sejarah negeri ini, membangkitkan, serta merawatnya tidak pernah goyah dan melemah, maka saya kirim nama tokoh yang nisan kuburnya baru saja ditegakkan dan ditata kembali, kemarin hari (Ahad, 1 Sya'ban 1437 H), sambil menanti kajian selanjutnya.

Nisan sebelah kaki (selatan) seorang tokoh
mahaguru di Kerajaan Aceh Darussalam 
yang makmur, Almarhum Asta Katib Sri Raja. 
Lokasi: Gampong Ateuk Jawo, Banda Aceh.

1. Asta adalah kata dalam Bahasa Persia berarti guru (ustadz) atau pengajar (mu'allim) (Al-Khuriy, 1876: 21). Dalam masa Mamalik (Dinasti Mameluk) di Mesir, kata Asta atau Astha digunakan untuk menyebut seorang guru yang piawai dan terkenal dalam bidang profesinya (mahaguru/guru besar) (Dahman, 1990: 16).

2. Katib adalah kata dalam Bahasa Arab yang berarti penulis, dan Sri Raja adalah gelar kehormatan dalam kerajaan.

3. Penggabungan kata-kata yang berasal dari berbagai kawasan di dunia dalam satu nama atau sebutan sedikit banyak ikut menunjukkan posisi Aceh Darussalam sebagai penghubung bangsa-bangsa di dunia.

4. Sebutan Asta Katib Sri Raja dengan terang menunjukkan kedudukan tokoh di masa hidupnya dalam Kerajaan Aceh Darussalam. Ia adalah ulama, mahaguru, yang sekaligus juga penulis dalam Kesultanan Aceh yang makmur. Semoga Allah merahmati Almarhum dengan rahmat-Nya yang luas. 
 

Kompleks makam peninggalan sejarah Aceh Darussalam di Jalan Lingge, Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Demikianlah yang dapat saya kirim untuk sementara waktu, semoga keluarga besar Mapesa dan warga Gampong Ateuk Jawo berkenan kiranya dengan informasi sederhana ini.

Bitai, 2 Sya'ban 1437 H.

Oleh: Musafir Zaman.[]Sumber:mapesaaceh.com.

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar