Karya: Taufik Sentana*
1//
Risau sebangsa waswas,
waswas yang meremas remas sinapsis di saraf.
Risau bisa memukau tanpa sadar
atau menjangkau apa saja,
ia menjangkau bilik jiwa,
bilik kantor atau meja negara.
Risaupun bisa merobek apa saja,
bahkan merobek harapan pada Tuhan.
2//
Banyak orang mencari risau
sebanyak orang mencari penawar risau.
Orang orang menemukan risau
Orang orang berkicau tentang risau
Orang orang menghindari risau
Orang orang memahami risau.
Mungkin risau diperlukan juga
untuk mengenal kacau
dan makna bahagia.
3//
Maka risau susah pergi
sebab hati terus mencari
dan tangan masih mengais
kesana sini.
Risau kini mungkin beda
dengan risau esok.
Risau kanak tentu beda
dengan risau si dewasa.
Bisa saja risau kita
adalah risau yang sama.
Atau risau remeh-hina.
Atau risau yang menyanggah jiwa
guna menyibak tabir makna ada.