TERKINI
SPORT

Beberapa Situs Sejarah Penting di Kawasan Indrapatra

KRUENG RAYA - Kompleks situs Benteng Indrapatra terkesan mulai dilupakan. Ini terlihat dari akses jalan yang buruk dan minimnya fasilitas penunjang wisata di lokasi tersebut. …

MURDANI ABDULLAH Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 1.7K×

KRUENG RAYA – Kompleks situs Benteng Indrapatra terkesan mulai dilupakan. Ini terlihat dari akses jalan yang buruk dan minimnya fasilitas penunjang wisata di lokasi tersebut. 

Padahal, di kawasan kompleks ini terdapat lima struktur bangunan penting yang pernah menjadi sentra pertahanan militer di masa kejayaannya. Apa saja bangunan itu?

1. Benteng Utama Indrapatra

Benteng Indrapatra berada di Gampong Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, situs ini memiliki luas sekitar 70×70 meter dengan ketinggian 4 meter dan ketebalan sekitar 2 meter. 

Situs ini sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya yang patut dilindungi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh wilayah provinsi Aceh dan Sumatera Utara sejak lama. Situs ini memiliki tiga bangunan utama di dalamnya yaitu sumur tua berkubah, dan bangunan utama yang hanya tersisa puing-puing di tengahnya.

Situs yang disebut-sebut benteng ini juga memiliki tiga lubang pengintai yang dua diantaranya menghadap ke arah Selat Malaka. Diduga, situs ini pernah menjadi pusat pertahanan armada laut kerajaan dan pos pengamat jalur lintas internasional di kawasan tersebut.

Sebelumnya situs ini diindentifikasi sebagai bangunan peninggalan Lamuri yang bersentuhan budaya Hindu-Budha. Namun, penelitian teranyar membantah pernyataan tersebut. Deddy Satria, arkeolog alumni Universitas Gajah Mada menyebutkan struktur bangunan Indrapatra lebih identik dengan gaya Turki Othman. 

Ini bisa dilihat dengan adanya sumur berkubah, bangunan tengah benteng yang memungkinkan sebagai pusat peribadatan, kanal air selebar 2 meter yang mengelilingi benteng, serta bahan-bahan yang dipergunakan untuk membuat bangunan.

2. Benteng Sayap Barat

Bangunan ini terpaut selemparan batu dengan situs utama benteng Indrapatra. Berada di sayap kanan, bangunan yang luasnya sedikit lebih kecil dibandingkan Indrapatra tersebut disebutkan berhubungan dengan bangunan utama benteng Indrapatra. 

Bangunan ini berfungsi sebagai benteng pertahanan. Hal ini dibuktikan dengan adanya lubang-lubang di sisi bangunan atas. Lubang-lubang itu dibuat sedemikian rupa sebagai tempat meriam melepaskan pelurunya. 

Selain itu, bangunan tersebut juga memiliki struktur berbentuk tapal kuda yang panjangnya sekitar 3-4 meter. Menurut Deddy Satria, atap serupa kanopi beton itu sebagai tempat perlindungan meriam dari serangan artileri musuh.

3. Reruntuhan Bangunan

Tak jauh dari benteng utama Indrapatra juga terdapat dua reruntuhan bangunan, yang material utamanya terdiri dari batu-batu besar sama persis. Reruntuhan ini berada di belakang dan sayap kiri bangunan utama.

Deddy menyebutkan, untuk bangunan yang berada di sayap kanan atau di kiri jalan masuk ke kompleks Indrapatra, merupakan bangunan yang berfungsi sebagai benteng pertahanan. 

Sementara untuk struktur yang ada di belakang benteng utama disebut sebagai taman tempat bermain. Ini terlihat dengan adanya struktur menyerupai kolam di tengah bangunan yang sudah hancur tersebut.

4. Kanal

Di kompleks Indrapatra juga terdapat kanal yang alurnya mengelilingi kompleks Indrapatra. Di beberapa titik, struktur bangunan berbahan semen kuno masih terlihat. Kanal ini memiliki luas 2 meter yang diperkirakan berfungsi sebagai parit perlindungan khas benteng-benteng Eropa dan Asia Tengah.

“Kanal seperti ini dulunya juga memiliki gerbang yang bisa ditarik naik turun,” kata Deddy.

5. Kurok-kurok

Kurang lebih 300 meter ke arah barat Indrapatra terdapat tiga bangunan serupa bunker. Berada tepat di bibir pantai, bangunan ini disebut-sebut warga sekitar dengan lakap kurok-kurok. 

Bangunan yang hanya memiliki satu ruangan ini gagah menantang Selat Malaka. Bangunan seperti ini terlihat berjejer hampir sepanjang pesisir pantai dari arah Krueng Raya hingga Ujong Kareung, Aceh Besar.[]

MURDANI ABDULLAH
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar