BANDA ACEH – Pimpinan Dayah Ummul Ayman, Waled Nurzahri, menyikapi tudingan beberapa pihak yang menyebarkan fitnah bahwa Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar, tidak bisa membaca Alquran.
“Masya Allah. Waktu di Pidie Jaya, Wali Nanggroe berpidato dalam bahasa Aceh yang fasih. Beliau itu asal Aceh Besar. Bagaimana mungkin orang Aceh, apalagi yang segenerasi beliau tidak bisa membaca Alquran. Keterlaluan tuduhan itu,” kata Waled Nurzahri yang akrab disapa Waled Nu.
Waled Nu yang merupakan Ketua Tuha Peuet Lembaga Wali Nanggroe Aceh meminta masyarakat untuk berpikiran baik untuk setiap orang sebagaimana tuntunan Islam.
Tentang tudingan Malik Mahmud tidak pernah membaca khutbah Jumat, Waled Nu mengatakan, Allah tidak menyukai orang yang mengurus urusan pribadi orang lain.
“Berpikir baik saja. Semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan kita,” kata Waled Nu.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Waled Nu menyikapi dengan bijaksana kritikan beberapa pihak yang mempertanyakan fungsi Lembaga Wali Nanggroe (LWN) Aceh.
Untuk memperjelas tentang Wali Nanggroe, Waled Nu mengatakan, tiga bulan setelah ini, pihaknya akan mengadakan debat terbuka untuk umum dengan menghadirkan semua pihak, baik penentang ataupun pendukung.