LHOKSEUMAWE Anggota DPRK Aceh Utara Tgk. Fauzan Hamzah menjemput Supriati, 52 tahun, janda korban konflik di Gampong Alue Papeun, Kecamatan Nisam Antara, yang sudah berkalang tahun menderita lumpuh. Tgk. Fauzan kemudian membawa Supriati ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia di Lhokseumawe, Rabu, 12 April 2017.
Supriati sudah 13 tahun tidak bisa bergerak karena lumpuh sebagian badannya. Selama ini hanya terbaring di rumahnya. Almarhum suaminya merupakan korban konflik. Saat saya tanyakan tadi, mengapa tidak berobat, Supriati mengaku tidak punya uang, ujar Tgk. Fauzan kepada portalsatu.com lewat telpon seluler usai membawa Supriati ke RSU Cut Meutia.
Tgk. Fauzan mendapat informasi tentang kondisi Supriati yang memprihatinkan itu dari warga pengguna media sosial. Dua hari lalu, ada warga yang menyampaikan informasi melalui Facebook, lalu saya cek ke sumber di Nisam Antara. Setelah saya pastikan kebenaran informasi itu, tadi saya langsung jemput (Supriati) ke rumahnya, dan saya bawa ke Rumah Sakit Cut Meutia, katanya.
Anggota DPRK dari Partai Aceh ini menjelaskan, Supriati memiliki tiga anak, salah seorang di antaranya perempuan. Anaknya juga miskin. Yang laki-laki kadang kala bekerja tung upah (buruh) penderes getah karet, sehingga juga tidak mampu membiayai pengobatan ibunya. Selain itu, pengetahuan keluarga miskin itu tentang pelayanan BPJS (Kesehatan) juga masih minim, ujar Tgk. Fauzan.