BANDA ACEH - Komisi II dan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh akan memanggil manajemen PT Pembangunan Aceh untuk mempertanyakan realisasi investasi hingga kontribusi untuk…
BANDA ACEH – Komisi II dan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh akan memanggil manajemen PT Pembangunan Aceh untuk mempertanyakan realisasi investasi hingga kontribusi untuk Pendapatan Asli Aceh (PAA) sejak perusahaan pelat merah itu didirikan.
Menurut pihak DPRA, PT Pembangunan Aceh (PEMA) sudah banyak mendapatkan penyertaan modal sebagai investasi Pemerintah Aceh bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).
“Makanya, Komisi II bersama Komisi II DPR Aceh akan memangil pihak PT PEMA. Kita ingin melihat dan mendengar laporan dari mereka, sudah berapa pendapatan daerah yang dihasilkan dari perusahaan itu,” kata Anggota Komisi II DPRA, Sulaiman, S.E., Rabu, 24 Juni 2020.
Lihat pula: Penyertaan Modal Pemerintah Aceh untuk 8 BUMA Rp752 M, Berapa yang Kembali ke PAA?
Sulaiman menilai sejauh ini PT PEMA tidak memiliki komitmen jelas dalam dunia investasi. Pasalnya, belum tampak kinerja Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) itu yang membanggakan. “Hingga hari ini boleh kita bilang, kinerja PT PEMA tidak ada yang bisa dibanggakan,” ujar politikus Partai Aceh itu.
Selain itu, menurut Sulaiman, publik semakin kecewa terhadap PT PEMA setelah salah satu investor menarik diri dari Kawasan Industri Aceh (KIA) di Ladong, Aceh Besar, beberapa waktu lalu.
“(Dewan juga akan mempertanyakan) menyangkut kejelasan informasi Blok B di Aceh Utara bagaimana yang sebenarnya, sehingga publik tidak bingung,” ujar Sulaiman.[]