BANDA ACEH Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memastikan secara langsung perkembangan kondisi pesawat Boeing 707 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USA Air Force) yang mendarat darurat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Jumat, 24 Maret 2017 lalu. Para legislatif turut membentuk forum diskusi dan meminta kronologi pendaratan pesawat tersebut di Aceh.
Forum ini dipimpin langsung Abdullah Saleh selaku Ketua Komisi I DPRA. Forum diskusi turut melibatkan narasumber dari pihak Angkasa Pura yang diwakili Manajer Operasi Surkani, dan juga Danlanud Kolonel Penerbang Suliono. Pertemuan berlangsung di Gedung Angkasa Pura Bandara SIM, Jumat, 31 Maret 2017.
Dalam diskusi tersebut, Azhari Cage turut mempertanyakan keamanan pesawat milik negara Paman Sam tersebut. Dewan yang membidangi politik, hukum dan pemerintahan ini juga bertanya isi atau kargo dalam pesawat angkut militer tersebut.
Dari kemungkinan-kemungkinan inilah makanya kami ke sini, kemari, untuk mendengar informasi secara langsung tentang kronologis pendaratan dan juga tentang kondisi pesawatnya yang sekarang bagaimana dan akses selanjutnya. Ini kan pesawat masih di sini, kata Azhari Cage, yang menjabat Wakil Ketua Komisi I DPRA.
Hal senada juga ditanyakan Iskandar Usman Alfarlaky. Dia menanyakan terkait lamanya pesawat tersebut berada di Aceh.
“Ini kan menjadi pertanyaan, ada apa sebenarnya? Kenapa negara Amerika yang begitu canggih tidak bisa memperbaiki sendiri engine pesawat yang rusak? Malah-malah bisa muncul kecurigaan lain dari publik yang ada di Aceh, katanya.