Orang mengenal istilah 'mati ketawa' untuk hal-hal lucu yang bikin kita terpingkal-pingkal. Tentu saja analogi itu ironis, sebab tertawa adalah indikasi keriangan atau kebahagiaan.
Namun, nyatanya, manusia bisa saja mati sungguhan gara-gara tertawa. Meski peluangnya langka, kematian bisa terjadi ketika trauma otak menginduksi tawa patologis atau saat tertawa memicu hilangnya kesadaran atau sinkop (syncope).
Sinkop alias pingsan adalah kehilangan kesadaran yang terjadi secara mendadak dan dalam waktu yang singkat.
Sinkop yang dipicu tertawa (laughter-induced syncope) adalah terminologi medis. Kondisi itu juga dikenal sebagai 'Seinfeld syncope' setelah salah satu kasus yang dilaporkan terjadi ketika seorang pasien malang meninggal saat menonton episode kocak acara televisi populer Seinfeld.
Seperti dikutip dari The Vintage News, sepanjang sejarah, sejumlah orang diduga kuat meninggal dunia akibat tertawa — dari masa lalu maupun era modern.
Kasus mula-mula diduga terjadi pada Abad ke-5 Sebelum Masehi. Seorang pelukis Yunani bernama Zeuxis diduga tewas gara-gara hasil lukisannya yang menggambarkan Dewi Aphrodite sebagai wanita tua.
Orang-orang kala itu menganggap kematiannya sebagai hukuman para dewa.
Tak sampai di situ, cendekiawan terkemuka Yunani Kuno juga konon meninggal gara-gara tertawa.
Chrysippus adalah seorang filsuf Stoic dengan minat khusus dalam logika dan etika.