TERKINI
EKBIS

Medco Pakai Aset Kilang Arun untuk Fasilitas Produksi Blok A

BANDA ACEH - PT Medco E&P Malaka, anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk  akan memanfaatkan aset negara berupa aset tanah ekskilang LNG Arun seluas…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 867×

BANDA ACEH – PT Medco E&P Malaka, anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk  akan memanfaatkan aset negara berupa aset tanah ekskilang LNG Arun seluas 14.485 meter persegi untuk operasionalnya.

Melansir katadata, lahan tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas penerimaan kondensat dan sulfur yang diproduksi dari sumur-sumur di lapangan-lapangan Blok A.

Pemanfaatan tanah aktiva itu dituangkan dalam perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) yang dilakukan Direktur Utama PT Medco E&P Malaka Ronald Gunawan dengan Direktur Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Rahayu Puspasari.  Jangka waktu KSO berlaku lima tahun sejak penandatanganan perjanjian ini di Jakarta, 14 Maret 2017. 

Kerja sama ini  bertujuan mengoptimalkan barang milik negara. Sebagai kompensasi dari pendayagunaan barang milik negara ini, Medco E&P Malaka akan menanggung pembiayaan sesuai kesepakatan kedua belah pihak. 

“Penandatanganan ini merupakan bukti dukungan dari pemerintah pusat kepada Medco E&P Malaka untuk memproduksi gas bagi kebutuhan industri domestik,” kata Ronald.

Direktur LMAN Rahayu Puspasari mengatakan, dengan kerja sama ini negara memperoleh manfaat tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga efek berantai untuk mengedepankan tata kelola, pengawasan, dan pengelolaan yang baik atas aset yang dipakai Medco. “Sehingga memberikan nilai yang optimal untuk Medco E&P maupun LMAN,” kata dia.

Ekskilang LNG PT Arun NGL terletak di Blang Lancang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Sedangkan Medco saat ini telah memiliki wilayah kerja di delapan blok migas dan tersebar di lima provinsi mulai dari Aceh hingga Sulawesi Tengah. 

PT Medco Energi Internasional Tbk memiliki hak kelola di Blok A, Aceh, sebesar 85 persen. Hak kelola ini bertambah setelah mengambilalih 16,67 persen hak kelola Japan Petroleum Exploration dan  26,67 persen milik KrisEnergy.

Targetnya, gas dari blok tersebut sudah mengalir pada kuartal I 2018. Blok ini bisa memproduksi gas sebesar 110 juta kaki kubik per hari.[]

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar