BANDA ACEH – Musabaqah Hifzhil Quran (Mifqar) I Antar-Lembaga Tahfizh se-Kota Banda Aceh yang digelar sejak Sabtu lalu di Mahad Darut Tahfizh Al-Ikhlas (DTI), Kompleks Vila Gardenia, Ajun, berakhir, Senin (30/11/2015) malam. Hafiz dari Vicci Sulaimaniyah Turkey, Rahmat Setiawan meraih juara I cabang 30 juz putra.
Berdasarkan siaran pers diterima portalsatu.com, pada malam penutupan ajang tempat berkumpulnya para penghafal Alquran itu, dewan hakim diketuai oleh Ustaz Zulfikar, S.Ag., yang juga pimpinan podok pesantren, mengumumkan para hafiz dan hafizah terbaik Mifqar I untuk cabang 1, 5, 10, 20, dan 30 juz.
Selain tropi, para pemenang mendapatkan sejumlah uang pembinaan yang diserahkan Staf Ahli Wali Kota Banda Aceh Bidang Hukum dan Politik, Ir. T. Iwan Kesuma, didampingi Kabid Pengembangan Syariah dan Dayah Dinas Syariat Islam (DSI) Wirzaini, S.H.I., mewakili Kepala DSI Banda Aceh Mairul Hazami, S.E., M.Si.
Melalui sambutan tertulis dibacakan T. Iwan Kesuma, Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Swaaduddin Djamal, S.E., menyampaikan apresiasi kepada DSI Kota Banda Aceh dan Mahad DTI serta semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang untuk menguji kemampuan dan kelancaran hafalan Alquran para siswa/santri dalam wilayah Kota Banda Aceh, termasuk siswa/santri di bawah binaan Pemko Banda Aceh melalui DSI Kota Banda Aceh, dan mempersiapkan kader-kader imam yang hafal Alquran, sebut Wali Kota.
Lembaga Tahfizul Quran di Banda Aceh, sebutnya, perlu terus diperkuat karena sudah terbukti berhasil melahirkan generasi muda penghafal Alquran. Dan hal ini sesuai dengan keinginan kita bersama untuk mewujudkan Banda Aceh Model Kota Madani. Membangun Kota Banda Aceh bersama generasi Huffazh.
Generasi madani adalah generasi qurani, karena generasi inilah nanti yang akan berperan sebagai pilar-pilar yang mewarnai kehidupan Kota Madani ini.
Ia menambahkan, beberapa lembaga tahfiz di Kota Banda Aceh telah mampu melahirkan generasi qurani yang memahami dan mendalami isi kandungan Alquran dan seterusnya menjadi seorang penghafal Alquran. Alhamdulillah, di Mahad Darut Tahfizh Al-Ikhlas ini, dari tiga santri yang diundang menjadi imam salat tarawih Ramadan 1436 H lalu di Malaysia, dua orang adalah santri binaan Pemko Banda Aceh.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan Wisuda Akbar Tahfizhul Quran. Kegiatan ini juga sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi dari Pemko Banda Aceh kepada para huffazh atau penghafal Alquran di Kota Banda Aceh dan juga sebagai ajang silaturahim para penghafal Alquran.
Terakhir, Wali Kota juga mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah tampil sebagai pemenang. Semoga prestasi ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan di masa mendatang. Para peserta yang belum meraih kemenangan diharapkan terus belajar dan meningkatkan hafalannya sehingga di lain waktu akan bisa tampil lebih baik lagi, kata Iwan mengakhiri sambutan Wali Kota.