BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyampaikan kondisi terkini Aceh terkait politik, hukum dan keamanan pasca Pilkada kepada Menkopolhukam RI, Wiranto, Kamis, 23 Maret 2017. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemenkopolhukam Jakarta tersebut, Zaini Abdullah juga membicarakan terkait pelaksanaan PENAS KTNA di Aceh serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.
Zaini menyebutkan kondisi Aceh saat ini aman dan terkendali. Menurutnya, roda pemerintahan di Aceh juga berjalan normal.
Kepada Wiranto, Gubernur Zaini juga melaporkan kesiapan daerah menggelar pelaksanaan Pertemuan Nasional Kontak Tani dan Nelayan (PENAS KTNA) yang akan berlangsung pada Mei 2017 nanti. “Persiapannya sudah mencapai 80 persen,” kata Zaini.
Gubernur Zaini juga melaporkan tentang persiapan pembentukan KEK Arun Lhokseumawe. Menurutnya, sesuai arahan Presiden pada 7 Agustus 2015 lalu, pengusul dan pengelola KEK Aceh adalah Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, dan Pemerintah Kota Lhokseumawe.
Mengenai hal ini, Menkopolhukam menegaskan adanya pembahasan dalam rapat terkait KEK Arun. Menurut Wiranto, Presiden telah menyetujui pengusulan KEK dilakukan Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Pemerintah Kota Lhokseumawe. “Supaya kesejahteraan rakyat Aceh dapat meningkat.”
Wiranto berharap roda pemerintahan di Aceh dapat berjalan dengan baik, dan seluruh program pembangunan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Aceh. Menkopolhukam juga akan segera berkoordinasi dengan kementerian terkait agar perdamaian dan pembangunan di Aceh berjalan baik. Bagi Wiranto, Aceh memiliki kenangan tersendiri.